INFO NASIONAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Sumber Dana APBD dan APBN Tahun Anggaran 2026. Sebab, dalam upaya mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga Kota Bontang tidak cukup dengan sekadar membuka lapangan pekerjaan, tapi harus diiringi dengan penyiapan tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan sesuai dengan kebutuhan pasar industri saat ini.
Pelatihan yang sangat diminati masyarakat ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di Aula UPTD BLKI Bontang, Jalan Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari, pada Senin, 22 Juni 2026. Acara pembukaan pelatihan menunjukkan sinergi kuat lintas sektor dengan hadirnya Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Abduh, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang Asdar Ibrahim, Plt Kepala Lapas Kelas IIA Bontang Huzaifah Makmur Hidayah, dan Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya. Perwakilan Kodim 0908/Bontang, BPJS Ketenagakerjaan, serta perusahaan mitra juga turut berpartisipasi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Antusiasme warga Bontang untuk berdaya saing sangat tinggi, terbukti dari 480 pendaftar yang mengikuti proses rekrutmen, di mana 64 peserta berhasil dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti program ini. Keahlian yang diajarkan dirancang khusus untuk sektor strategis, meliputi Teknik Las Plate Welder FCAW 3G UP-PF Batch I, Junior Sekretaris Batch I, Instalasi Otomasi Listrik Industri Batch I, serta Pengelola Administrasi Perkantoran Batch I.
Dalam arahannya, Wali Kota Neni Moerniaeni mengapresiasi dukungan semua pihak dalam mencetak SDM yang unggul dan memiliki daya saing kompetitif. “Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan langkah nyata untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” kata dia.
Menghadapi kebutuhan pasar, pelatihan vokasi terbukti efektif menjadi solusi strategis dalam menekan angka pengangguran. “Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti seluruh tahapan pelatihan dengan disiplin, semangat, dan penuh tanggung jawab agar memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya memotivasi angkatan kerja lokal.
Neni menegaskan bahwa keterampilan teknis harus diperkuat dengan sertifikasi, serta dibarengi dengan karakter, etos kerja, integritas, dan disiplin tinggi. Pemerintah Kota Bontang pun berkomitmen meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
"Karena itu, SDM daerah harus dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang diakui dan mampu bersaing secara profesional, bahkan hingga tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Sebagai bentuk pelayanan prima dari pemerintah, Plt Kepala UPTD BLKI Bontang, Suryani, melaporkan bahwa seluruh 64 peserta dijamin pemenuhan kebutuhannya. Mereka memperoleh fasilitas lengkap secara gratis berupa seragam, perlengkapan keselamatan kerja, modul pelatihan, konsumsi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga uang transport selama mengikuti pelatihan.
Melalui investasi SDM ini, Pemkot Bontang berharap lulusan BLKI mampu terserap maksimal di industri dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan daerah. (*)
.png)

















































