4 Fokus Utama Pertemuan Pertama Anggota Pakta Mekkah, Perkuat Mekanisme Ala Pasal 5 NATO

6 hours ago 6

loading...

Pakta Mekkah perkuat mekanisme ala Pasal 5 NATO. Foto/SPA

TEHERAN - Para pejabat tinggi dari Arab Saudi, Turki , dan Pakistan dijadwalkan berkumpul di Istanbul untuk pertemuan komite pertama dalam kerangka Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki diungkapkan kepada publik.

Pembicaraan tersebut akan berfokus pada keamanan internasional dan cara-cara untuk memperdalam kerja sama pertahanan di antara ketiga negara.

Para menteri luar negeri dan menteri pertahanan, serta kepala staf angkatan darat dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, diperkirakan akan berpartisipasi dalam pertemuan di Istanbul tersebut.

Pertemuan ini berlangsung beberapa minggu setelah ketiga negara menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah di kota suci Mekkah pada 7 Agustus. Pakta tersebut menetapkan kerangka kerja untuk kerja sama pertahanan yang lebih erat dan menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Ankara menyatakan bahwa negara-negara tersebut akan membentuk mekanisme untuk mengoordinasikan kerja sama mereka, termasuk latihan militer gabungan dan kolaborasi dalam industri pertahanan.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut perjanjian ini secara teknis sebanding dengan ketentuan pertahanan bersama Pasal 5 NATO, sementara Pakistan menegaskan bahwa pakta tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk melawan negara tertentu.

Pakistan akan bekerja sama dengan Arab Saudi dan Turki untuk memainkan "peran konstruktif" dalam memastikan pertahanan negara mereka dan kawasan yang lebih luas, ujar Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seraya menyambut baik dukungan Presiden AS Donald Trump terhadap Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah. "Saya sangat menghargai kata-kata dukungan yang baik dari Presiden Donald Trump terkait penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah," ujar Sharif dalam sebuah pernyataan.

"Bersama dengan negara sahabat, Kerajaan Arab Saudi dan Republik Turki, Pakistan akan terus memainkan peran konstruktif dalam menjamin pertahanan negara kami sendiri maupun kawasan secara keseluruhan," tambahnya.

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan mempertemukan para menteri senior, mengadakan latihan bersama, dan memperdalam kerja sama industri pertahanan berdasarkan pakta militer yang ditandatangani oleh kekuatan-kekuatan regional tersebut pekan lalu, demikian disampaikan kementerian pertahanan Turki.
Ketiga negara menandatangani "Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah" pada 7 Agustus. Mereka menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, serupa dengan klausul pertahanan kolektif Pasal 5 NATO.

Dalam sebuah pengarahan mingguan di Ankara, kementerian pertahanan menyatakan bahwa tujuan mendasar pakta tersebut adalah untuk memastikan hubungan pertahanan dan militer ditempatkan pada landasan yang "lebih bersifat kelembagaan dan berkelanjutan".

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online