Jakarta -
Keguguran bisa menyebabkan perubahan pada gairah seksual. Banyak perempuan melaporkan peningkatan gairah seksual setelah mengalami keguguran, Bunda.
Melansir dari laman The Ribbon Box, perubahan gairah seksual ini termasuk hal yang wajar. Pasalnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan gairah seksual meningkat pasca keguguran.
Berikut alasan mengapa hal itu mungkin terjadi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Fluktuasi hormonal: Meningkatnya kadar hormon estrogen secara alami dapat meningkatkan libido.
- Ikatan emosional: Berhubungan intim bisa menjadi cara untuk terhubung kembali dengan pasangan setelah mengalami kehilangan.
- Keinginan untuk hamil lagi: Beberapa orang merasakan dorongan kuat untuk segera hamil usai keguguran, baik secara sadar maupun tidak sadar.
- Pengaturan tubuh: Tubuh perempuan mungkin sedang menyesuaikan diri dengan penurunan hormon, yang memicu peningkatan hasrat seksual.
Melakukan hubungan intim setelah keguguran tidak dilarang. Namun, banyak pakar merekomendasikan pasangan untuk menunggu setelah kondisi mental dan fisik benar-benar siap.
"Ada beberapa saran bahwa penting untuk menunggu pasangan menyelesaikan proses berduka yang mungkin terjadi setelah kehilangan kehamilan," kata pakar kesehatan perempuan dari University of Utah Health, Dr. Kirtly Jones, dikutip dari laman University of Utah Health.
"Tentu saja, kekhawatirannya adalah bahwa perempuan yang tidak menunggu, rahimnya mungkin belum pulih, dan mereka mungkin mengalami lebih banyak komplikasi dengan kehamilan berikutnya."
Waktu untuk berhubungan intim setelah keguguran
Bagi pasangan yang ingin melakukan hubungan intim setelah keguguran, ada baiknya untuk memahami risiko dan pemulihan fisik yang dialami tubuh perempuan.
Berikut rekomendasi waktu untuk berhubungan intim setelah keguguran:
- Perempuan yang mengalami keguguran pada trimester pertama disarankan untuk menunggu hingga perdarahan berhenti (biasanya dalam 1-2 minggu). Tetapi perhatikan juga kesiapan fisik dan emosional.
- Bila mengalami keguguran di tahap akhir kehamilan, proses penyembuhan mungkin membutuhkan waktu lebih lama, dan dokter biasanya akan menyarankan untuk menunggu beberapa minggu lagi sebelum mempertimbangkan hubungan intim.
- Keguguran dan setelah menjalani tindakan pembedahan seperti kuret, pemulihan dapat bervariasi. Paling penting adalah mengikuti saran dari dokter sebelum mulai kembali berhubungan intim.
"Jika mengalami keguguran, tunggu hingga perdarahan akibat keguguran berhenti dan kita mendapat persetujuan dari penyedia layanan kesehatan sebelum melanjutkan aktivitas seksual untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan," kata penulis buku After Miscarriage, Krissi Danielsson, dilansir Parents.
"Karena ovulasi mungkin terjadi segera setelah dua minggu pasca keguguran, pasangan sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi saat melanjutkan aktivitas seksual yang melibatkan sperma jika tidak ingin segera hamil," sambungnya.
Perlu dicatat, proses penyembuhan setelah keguguran dapat berbeda-beda pada setiap orang. Pada saat perdarahan akibat keguguran berhenti biasanya leher rahim sudah tertutup kembali.
Setelah itu, risiko infeksi akan menurun, dan umumnya dianggap aman untuk melanjutkan aktivitas seksual. Namun, tidak ada jangka waktu penyembuhan yang pasti, dan Bunda mungkin juga mengalami gejala lain, seperti kelelahan dan ketidaknyamanan.
Dampak langsung berhubungan intim setelah keguguran
Setelah keguguran, beberapa Bunda mungkin masih merasakan ketidaknyamanan untuk berhubungan seksual. Hal tersebut wajar. Ada beberapa dampak langsung dari berhubungan intim pasca keguguran yang dapat dirasakan seorang perempuan, seperti:
- Rasa sakit setelah berhubungan seks pasca keguguran bisa membuat muncul tanpa disadari.
- Serviks masih dalam proses penyembuhan karena mungkin belum menutup sepenuhnya.
- Kekeringan vagina akibat perubahan hormon bisa hubungan intim menjadi tidak nyaman.
- Trauma emosional, berupa kecemasan atau stres seputar keintiman dapat menyebabkan ketegangan dan rasa sakit fisik.
Tak sedikit perempuan harus menunda berhubungan intim usai keguguran karena mengalami kondisi medis, Bunda. Misalnya, diabetes yang tidak terkontrol dapat memiliki efek buruk yang sangat signifikan pada kehamilan, termasuk meningkatkan risiko cacat lahir dan menyebabkan keguguran di kehamilan berikutnya.
"Ketika mereka mencari perawatan medis untuk keguguran, masalah medis yang mendasari dapat dikenali, dan mungkin membutuhkan waktu untuk mengobatinya sebelum mencoba hamil lagi," ujar Jones.
Pada kasus diabetes tidak terkontrol, setidaknya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengendalikan gula darah dan mengevaluasi apakah ada masalah lain yang disebabkan oleh penyakit ini bisa menjadi kekhawatiran selama kehamilan.
Selain diabetes, ada banyak penyakit lain yang mungkin sudah terkontrol atau didiagnosis pada saat keguguran yang benar-benar membutuhkan waktu untuk diperiksa, diteliti, dan dikendalikan sebelum mencoba untuk hamil lagi.
Demikian waktu tepat untuk melakukan hubungan intim usai keguguran menurut beberapa pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
.png)
21 hours ago
11
















































