Angkot AC Depok Bakal Berhenti Operasi Sabtu 2 Mei 2026

22 hours ago 8

WARGA Kota Depok bakal kehilangan salah satu transportasi publik nya yaitu angkutan kota AC Mikro Trans Depok D10 A. Angkutan dengan trayek Terminal Depok Baru-Terminal Jatijajar itu bakal berhenti beroperasi mulai Sabtu, 2 Mei 2026.

"Management dan Pengurus PT CAB serta seluruh pramudi mengucapkan terima kasih atas dukungannya yang telah diberikan selama ini," tulis admin akun media sosial @comuteranakbangsa yang menjadi operator angkot tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menanggapi ini, Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan pemerintah tengah mencari solusi atas masalah ini. Menurut Supian, angkutan kota tersebut selama ini dioperasikan oleh pihak ketiga bukan pemerintah. "Artinya belum ada dukungan apa pun yang diberikan oleh kita," kata Supian, Rabu, 29 April 2026.

Ia mengatakan, pemerintah kota Depok akan mengambil alih trayek yang ditinggalkan angkutan tersebut. Mereka juga akan menambah armada Biskita dan jalurnya. "Tapi pembiayaan juga nanti udah tidak lagi dapat subsidi. Artinya sudah harus berbayar kepada masyarakat, sehingga juga kita dari pemerintah daerah harus juga mengalokasikan anggaran," kata Supian.

Menurut mantan Sekretaris Kota Depok ini, angkot AC itu kelak akan dijadikan feeder buat Biskita.

Disinggung penyebab utama berhenti beroperasinya Mikro Trans Depok D10 A, Supian mengaku hal itu merupakan urusan internal PT CAB selalu operator Angkot AC tersebut. "Ya tadi, ini lebih kepada di internalnya si perusahaannya ya, bukan di kita (pemerintah). masih pihak ketiga belum ada apa-apa dari kita," terang Supian.

Angkot AC ini sebelumnya diluncurkan di era Wali Kota Mohammad Idris pada 2024 lalu. Saat itu, angkutan kota ini digadang-gadang jadi solusi transportasi publik yang modern di Depok.  Angkot ini menggunakan sistem tap-in kartu uang elektronik dengan rute Terminal Depok-Siliwangi-KSU- Grand Depok City-Terminal Depok. 

Seorang sopir Angkot D10 A, Deni Endarto mengaku mengikuti standar operasi perusahaan (SOP) saja jika operator akan memberhentikan angkot AC. "Karena selama ini (penumpang) masih di bawah standar pencapaian PT," kata Deni.

Ia pun pasrah jika operator menghentikan operasional Mikro Trans Depok ini. "Ada sih masyarakat yang mengaku kecewa jika angkot AC ini berhenti beroperasi," kata Deni.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno menilai operator terlalu percaya diri untuk mengoperasikan Angkot AC. "Saya sudah ingatkan di awal operasi agar dapat subsidi, sekarang ada 10 persen opsen PKB (Pajak Pokok Kendaraan Bermotor), bisa dimanfaatkan utk benahi angkutan umum di Depok," kata Djoko.

Djoko yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat ini mencontohkan insentif angkutan pedesaan di Kabupaten Magelang. "10 persen opsen PKB Kab. Magelang sebesar Rp 6,1 miliar, dialokasikan sebesar Rp 2,5 miliar untuk memberikan insentif angkutan umum pedesaan (angkudes)," kata dia. 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online