Jakarta -
Memuji anak memang jadi cara spontan orang tua untuk menunjukkan rasa bangga. Namun, pujian tertentu justru bisa bikin mereka terlalu bergantung pada penilaian dari orang lain.
Kalimat seperti "anak pintar" mungkin terdengar positif ya, Bunda. Namun dalam beberapa situasi, anak justru bisa merasa dirinya hanya dihargai saat berhasil melakukan sesuatu dengan baik.
Padahal, yang paling dibutuhkan anak adalah perhatian terhadap usaha dan proses yang mereka lakukan. Dari situlah anak belajar percaya diri, mencoba lagi, dan mengenali kemampuan dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak orang tua belum menyadari, pujian ternyata bisa memberi dampak pada cara anak memandang dirinya. Karena itu, memilih kalimat yang tepat saat memuji anak juga penting diperhatikan dalam keseharian.
Nah, ada beberapa contoh kalimat pengganti yang bisa digunakan saat ingin memberikan apresiasi kepada Si Kecil tanpa harus selalu menyebut "anak pintar". Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Kalimat pengganti "anak pintar" saat memuji Si Kecil
Saat anak membawa pulang nilai yang sempurna, banyak orang tua spontan mengatakan, "Kamu pintar sekali!". Padahal, ketika anak mendapat nilai yang rendah, mereka bisa mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri, Bunda.
Dibandingkan hanya mengatakan "pintar", orang tua bisa mencoba menggambarkan usaha dan proses yang dilakukan anak. Berikut contoh ungkapannya dalam keseharian yang dikutip dari laman Motherly:
- "Kamu memilih pakaian merah itu dan kamu mengancingkan semua kancingnya sendiri. Itu butuh banyak usaha"
- "Wow. Butuh banyak kerja keras untuk mendapatkan nilai 100 pada tugasmu. Bunda yakin kamu merasa sangat senang karena kerja kerasmu membuahkan hasil"
- "Bunda melihat warna biru, hijau, hitam, dan kuning di gambarmu. Kamu memilih untuk menggunakan banyak warna kuning! Dan lihat bagaimana kamu membuat lingkaran-lingkaran besar dengan spidolmu untuk membuat begitu banyak bentuk lingkaran"
- "Lihat betapa besarnya tenagamu! Betapa beratnya usaha yang dibutuhkan untuk membawa tas itu sampai ke atas tangga. Bunda menghargai bantuanmu"
- "Betapa besar komitmenmu terhadap latihan. Bunda bisa melihat betapa senangnya kamu bisa masuk tim di sekolah!"
- "Matematika memang butuh ketelitian! Lihatlah semua soal yang telah kamu selesaikan. Kamu sudah berkonsentrasi mengerjakannya dalam waktu yang lama"
- "Temanmu senang kamu berbagi mainanmu! Sungguh perbuatan yang baik"
- "Dibutuhkan banyak keberanian untuk mencoba hal yang menantang. Jika kamu sudah siap, kamu bisa mencobanya"
- "Ucapan temanmu tadi memang membuat perasaanmu sedih. Bunda mengerti kamu merasa terluka, jadi coba ceritakan apa yang kamu rasakan sekarang"
- "Tugas itu memang cukup sulit dikerjakan. Bunda bisa melihat kamu sudah berusaha keras menyelesaikannya meski sempat merasa kesal"
Fokus pada usaha, bukan sekadar menyebut "anak pintar"
Bunda perlu tahu, ada perbedaan saat orang tua mulai fokus pada usaha, kemampuan, dan proses anak dibandingkan hanya dengan memberi label "pintar".
Ketika anak mengerti bahwa dirinya mampu belajar dan terus berkembang, mereka biasanya lebih siap menghadapi tantangan. Anak juga jadi lebih berani mencoba menyelesaikan tugas yang sulit.
Sebaliknya, pujian seperti "kamu pintar sekali" kadang membuat anak merasa harus selalu berhasil. Saat hasilnya tidak sesuai harapan, mereka bisa kecewa dan mulai meragukan dirinya sendiri, Bunda.
Dalam hal ini, orang tua bisa mulai menggunakan kalimat yang lebih menekankan proses dan usaha anak. Dengan itu, anak merasa dirinya dihargai meski sedang belajar atau melakukan kesalahan.
Cobalah luangkan waktu untuk benar-benar memperhatikan apa yang sedang dilakukan anak dalam keseharian. Perhatikan usaha mereka saat sedang menggambar, belajar, atau mencoba menyelesaikan sesuatu yang sulit.
Saat anak sedang kesulitan, fokuslah pada usaha mereka, bukan buru-buru membuat mereka merasa "hebat". Misalnya, dengan mengatakan bahwa tugas itu memang terasa sulit, tetapi mereka sudah berusaha keras menyelesaikannya.
Lambat laun, anak akan menjadi lebih mandiri, mampu menghadapi tantangan, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri, Bunda.
Itulah beberapa kalimat pengganti yang bisa Bunda gunakan daripada terus menyebut anak "pintar" saat memuji anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
16 hours ago
11












































