Darah Haid Berwarna Hitam, Apakah Tanda Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

6 hours ago 6

Jakarta -

Ketika perempuan melihat perubahan warna darah menstruasi yang tampak lebih gelap dari biasanya bisa membuatnya cemas. Lalu muncul pertanyaan, darah haid berwarna hitam apakah tanda hamil?

Apalagi jika perubahan warna tersebut disertai keterlambatan haid atau gejala lain yang mirip tanda kehamilan. Namun, tidak semua perubahan warna darah berarti kehamilan. Banyak penyebab darah haid hitam. Namun, perubahan hormonal dan kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi warna dan tekstur darah menstruasi.

Apakah normal darah haid berwarna hitam?

Ketika Bunda melihat darah haid berwarna hitam biasanya kepala penuh dengan tanda tanya. Salah satu pertanyaan yang muncul pertama kali adalah darah haid berwarna hitam apakah normal? 

Andrei Marhol, PhD, Direktur Akurasi Medis dari Flo, Lithuania, menjelaskan darah menstruasi yang hitam itu tidak benar-benar hitam. Melainkan warnanya yang sangat gelap hingga terlihat hitam. 

"Meskipun variasi ini umumnya normal, terkadang munculnya darah menstruasi berwarna hitam menunjukkan masalah yang mungkin memerlukan perhatian medis," kata Marhol dilansir dari laman FloHealth.

Ini menjelaskan bahwa darah haid berwarna hitam bisa normal selama tidak disertai bau yang menyengat, nyeri berlebihan, atau gejala infeksi lain.

Darah berwarna hitam ini dapat muncul di awal atau akhir periode menstruasi seseorang. Warna ini biasanya merupakan tanda darah lama atau darah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk meninggalkan rahim dan telah mengalami oksidasi, pertama-tama berubah menjadi cokelat atau merah tua dan kemudian akhirnya menjadi hitam.

Darah hitam terkadang juga dapat mengindikasikan penyumbatan di dalam vagina seseorang. 

Darah haid berwarna hitam, apakah tanda hamil? 

Ada anggapan kalau darah haid berwarna hitam sebagai tanda hamil, terutama jika Bunda terlambat haid. Namun, dalam dunia medis darah haid berwarna hitam bukan tanda pasti kehamilan. 

Perempuan bisa mengalami perdarahan implantasi, yang merupakan tanda awal kehamilan. Biasanya terjadi sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan. Namun, melansir MedicalNewsToday, perdarahanan implantasi biasanya berwarna merah muda atau cokelat muda. Bukan hitam pekat. 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perdarahan implantasi terjadi karena embrio menempel pada dinding rahim, dan jumlah darahnya sangat sedikit. Jika Bunda mengalami darah haid berwarna hitam ini lebih sering dikaitkan dengan sisa menstruasi lama atau ketidakseimbangan hormon, bukan indikator utama kehamilan. 

Jika Bunda curiga hamil, sebaiknya melakukan tes kehamilan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

7 Penyebab darah haid berwarna hitam

Melihat darah menstruasi berwarna hitam bisa mengkhawatirkan. Lantas, kenapa darah haid berwarna hitam? Darah berwarna hitam itu seperti darah cokelat, biasanya hanya darah lama yang terlalu lama berada di dalam tubuh.

Ini paling mungkin terjadi selama hari-hari dengan aliran darah rendah di awal atau akhir periode menstruasi.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab darah haid berwarna hitam dilansir dari Vinmec:

1. Gangguan hormonal

Stres, kelelahan, dan tekanan kerja sering terjadi. Ini semua dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Dan menstruasi yang berkepanjangan dapat menyebabkan darah menggenang di dalam rahim serta menumpuk, ini menyebabkan darah menstruasi berubah warna.

2. Penyakit ginekologis

Penyakit yang dimaksud khususnya fibroid rahim, polip rahim, endometritis, dan lain-lain. Penyakit-penyakit ini adalah penyebab pengelupasan lapisan rahim yang tidak teratur, dan pendarahan yang berkepanjangan menyebabkan perubahan warna menstruasi.

3. Darah haid berwarna hitam dan menggumpal

Kondisi ini bisa terjadi akibat aliran darah yang lebih lambat atau penumpukan darah sebelum keluar.

4. Riwayat operasi caesar sebelumnya

Pada beberapa perempuan dengan riwayat operasi caesar, bekas luka operasi membentuk saluran (alur) sayatan, dan darah menstruasi menumpuk di saluran sayatan, menyebabkan darah menstruasi tidak teratur, berkepanjangan dan berubah warna.

5. Ini adalah awal (atau akhir) periode menstruasi

Aliran darah cenderung sedikit lebih lambat di awal dan akhir periode menstruasi. Semakin lama waktu yang dibutuhkan darah untuk keluar dari tubuh, semakin banyak waktu yang dimilikinya untuk teroksidasi dan berubah menjadi darah menstruasi berwarna hitam.

6. Sesuatu mungkin tersangkut di dalam vagina

Darah menstruasi berwarna hitam terkadang menunjukkan adanya benda asing di dalam vagina, seperti tampon yang terlupakan.

Benda lain yang mungkin tersangkut di vagina termasuk kondom, mainan seks, dan alat kontrasepsi seperti spons, diafragma, cincin, dan penutup serviks. Seiring waktu, ini dapat mengiritasi lapisan vagina dan memicu infeksi. 

Selain darah menstruasi berwarna hitam, infeksi dapat menyebabkan gejala lain, seperti:

  • Keputihan dengan bau tidak sedap.
  • Ketidaknyamanan atau gatal di dalam atau di sekitar vagina.
  • Ruam atau pembengkakan pada area genital.
  • Demam.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Nyeri panggul atau perut.

Jika Bunda melihat darah menstruasi berwarna hitam bersamaan dengan salah satu gejala di atas dan mencurigai ada sesuatu yang tersangkut di dalam tubuh, segera cari pertolongan medis. Dalam kasus yang jarang terjadi, hal ini dapat menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai sindrom syok toksik.

7. Ada kemungkinan kanker serviks

Dalam kasus yang sangat jarang, darah menstruasi berwarna hitam, terutama jika dikombinasikan dengan perdarahan tidak teratur setelah berhubungan seks atau di antara periode menstruasi, dapat menjadi tanda peringatan kanker serviks.

Kanker serviks stadium awal umumnya tidak memiliki tanda atau gejala. Pada stadium kanker serviks yang lebih lanjut, mungkin ada gejala seperti keputihan yang banyak, encer, berdarah dengan bau busuk dan perdarahan vagina yang akhirnya dapat berubah menjadi darah menstruasi berwarna cokelat tua atau hitam. 

Tanda-tanda lain yang menunjukkan kanker serviks stadium lanjut meliputi:

  • Kelelahan.
  • Menstruasi lebih lama atau lebih berat.
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Perdarahan saat atau setelah berhubungan seks.
  • Penurunan berat badan.
  • Nyeri panggul.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Pembengkakan pada kaki.

Cara mengatasi darah haid berwarna hitam

Cara mengatasi darah haid berwarna hitam itu tergantung pada penyebabnya. Jika masih tergolong normal, Bunda biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, ada beberapa langkah yang bisa membantu menjaga kesehatan siklus menstruasi yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Menjaga pola hidup sehat

Bunda dapat mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, dan makanan tinggi zat besi.

2. Mengelola stres

Stres dapat memengaruhi hormon. Tenangkan suasana hati untuk membantu menstruasi berjalan lebih lancar. Karena stres yang berkepanjangan menyebabkan gangguan menstruasi.

3. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga keseimbangan hormon.

4. Memantau siklus menstruasi

Bunda dapat mencatat perubahan warna, durasi, serta volume darah haid berwarna hitam untuk melihat pola yang tidak normal.

5. Jaga kebersihan

Bersihkan area genital secara teratur atau ganti pembalut setiap 4 jam selama menstruasi. Ini adalah cara untuk membantu mengurangi fenomena darah menstruasi berwarna hitam yang harus diketahui.

6. Berkonsultasi ke dokter

Darah haid berwarna hitam disertai gejala lain seperti nyeri hebat, bau tidak sedap, atau siklus sangat tidak teratur, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis.

Selain itu, pemeriksaan ginekologis secara teratur membantu mendeteksi penyakit ginekologis sejak dini.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online