5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Journaling daripada Posting di Medsos

3 hours ago 5

Jakarta -

Di tengah ramainya orang yang menggunakan media sosial, ternyata ada yang lebih memilih menulis di jurnal daripada membagikan ceritanya ke publik, Bunda.

Menariknya, hal ini juga berkaitan dengan beberapa ciri kepribadian tertentu. Saat banyak orang terbiasa membagikan hampir semua momen di media sosial, sebagian lainnya justru merasa lebih nyaman menyimpannya sendiri.

Mereka tidak merasa perlu mendapat 'validasi' dari orang lain atas apa yang mereka alami. Bagi mereka, ketenangan jauh lebih penting daripada perhatian dari publik.

Melansir dari VegOut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin journaling cenderung memiliki pola pikir yang lebih tenang. Mereka juga lebih peka terhadap emosi yang mereka rasakan dalam keseharian.

Dari sini, ada beberapa ciri kepribadian yang biasanya dimiliki orang yang lebih suka journaling daripada posting di media sosial. Yuk, kita bahas satu per satu, Bunda.

Ciri kepribadian orang yang suka journaling daripada posting di media sosial

Mengutip dari laman VegOut, terdapat lima ciri berbeda yang secara konsisten dikaitkan dengan orang-orang yang memilih journaling daripada posting di media sosial.

1. Lebih sadar diri dan peka terhadap isi pikiran sendiri

Orang yang suka journaling biasanya punya kebiasaan lebih sering 'berdialog' dengan dirinya sendiri. Mereka terbiasa menuangkan pikiran lalu melihatnya kembali dengan lebih tenang.

Dari kebiasaan itu, mereka jadi lebih mudah mengenali apa yang sebenarnya sedang mereka rasakan. Tak hanya itu, mereka juga cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan karena sudah terbiasa mengevaluasi pikirannya sendiri.

Berbeda dengan media sosial yang serba cepat, mereka lebih memilih proses yang lebih pelan dan tenang. Jadi, tidak mudah terbawa reaksi sesaat dari luar.

2. Mampu mengelola emosi

Ada cara yang berbeda dari orang yang suka journaling dalam menghadapi perasaan mereka. Mereka tidak langsung meluapkan perasaan, tapi memilih untuk menuliskannya terlebih dahulu.

Dengan menulis, mereka jadi lebih mudah mengerti apa yang sedang mereka rasakan. Kebiasaan ini juga membuat mereka lebih kuat secara mental karena terbiasa menghadapi perasaan sulit, Bunda.

3. Lebih tulus dan didorong oleh motivasi dari dalam diri

Orang yang suka journaling biasanya melakukan kegiatan ini bukan karena ingin dilihat orang lain. Mereka menulis karena memang merasa nyaman dan ingin lebih mengenal dirinya sendiri.

Bagi mereka, menulis jurnal terasa seperti kebutuhan pribadi yang memberi ketenangan. Tidak ada dorongan atau ajakan untuk mencari perhatian atau pengakuan dari luar.

Berbeda dengan media sosial yang sering memberi dorongan lewat likes atau komentar, journaling tidak menawarkan hal seperti itu. Jadi, semua prosesnya benar-benar murni untuk diri sendiri.

4. Memiliki batasan yang sehat

Ada kebiasaan yang membuat orang yang suka journaling terlihat berbeda dalam menjalani hidupnya. Mereka lebih memilih menyimpan cerita dan perasaan untuk dirinya sendiri.

Dengan cara ini, mereka jadi terbiasa menjaga batas antara hal yang boleh dibagikan dan yang tidak. Mereka lebih selektif menunjukkan kehidupan pribadinya, Bunda.

5. Lebih disiplin dan tidak mudah merasa puas begitu saja

Orang yang suka journaling biasanya punya kebiasaan mengatur waktu dengan lebih teratur. Mereka lebih meluangkan waktu khusus hanya untuk menulis.

Kebiasaan ini membuat mereka terbiasa menahan keinginan untuk hal-hal yang serba cepat. Mereka lebih memilih proses yang pelan, tapi hasilnya jauh lebih bermakna.

Karena itu, salah satu cirinya adalah lebih disiplin, mampu mengendalikan diri, dan tidak mudah tergoda oleh kepuasan yang instan, Bunda.

Manfaat journaling bagi kesehatan mental

Setelah mengetahui ciri-ciri kepribadiannya, Bunda juga bisa melihat berbagai manfaat journaling bagi kesehatan mental. Berikut ulasannya seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Mengurangi kecemasan

Journaling bisa diartikan sebagai proses menuangkan segala hal yang sedang dirasakan ke dalam tulisan, termasuk perasaan yang berkaitan dengan berkurangnya tekanan mental.

Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa orang dengan kondisi kesehatan tertentu dan kecemasan yang rutin menulis secara online tiga kali seminggu selama 12 minggu mengalami peningkatan rasa bahagia. Mereka juga menunjukkan penurunan gejala depresi secara bertahap.

Selama 12 minggu tersebut, kesejahteraan mental para peserta juga terus mengalami peningkatan.

2. Mengurangi overthinking dan menenangkan pikiran

Apakah Bunda termasuk tipe orang yang sering overthinking? Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat stres dan sulit untuk fokus. Manfaat journaling lainnya pun berkaitan dengan kondisi ini.

Menuliskan tentang perasaan emosional dapat membantu Bunda keluar dari pola pikir yang terus berulang. Dengan begitu, Bunda bisa lebih tenang dalam memahami apa yang sedang terjadi.

3. Membantu memahami masalah yang ada

Selanjutnya, journaling membantu Bunda menuangkan apa yang sedang mengganjal di pikiran ke dalam tulisan. Saat pikiran dituangkan menjadi kata-kata, Bunda bisa melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.

4. Mengatur emosi dengan lebih baik

Penelitian pada orang yang rutin menulis jurnal menunjukkan bahwa mereka cenderung lebih mampu mengendalikan emosinya. Hal ini terlihat dibandingkan dengan orang yang tidak terbiasa journaling.

5. Mendorong keterbukaan

Menulis secara pribadi tentang peristiwa yang membuat stres lewat journaling bisa membantu seseorang lebih terbuka dengan perasaannya. Dengan begitu, proses ini bisa membantu dalam penyembuhan emosional secara perlahan.

6. Mempercepat pemulihan tubuh

Manfaat journaling juga bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, Bunda. Sebuah penelitian pada 49 orang dewasa di Selandia Baru menunjukkan bahwa mereka yang menulis selama 20 menit tentang perasaannya cenderung lebih cepat pulih setelah menjalani biopsi.

7. Lebih mengenal diri sendiri

Bunda, pernah tidak merasa pikiran jadi campur aduk dan bingung dengan apa yang sebenarnya diinginkan? Saat seperti ini, coba luangkan waktu sebentar untuk menuliskan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan lewat journaling.

Menilik dari laman Psych Central, cara ini dapat membantu Bunda lebih memahami diri sendiri dan merasa lebih mengenali perasaan yang sedang dirasakan.

Itulah ulasan mengenai ciri kepribadian orang yang suka journaling daripada posting di media sosial beserta manfaatnya. Semoga informasinya dapat menambah wawasan baru, ya. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online