Dari Kunci Fisik ke Smartphone, Begini Mobil Listrik Ubah Total Cara Berkendara

15 hours ago 7

Selular.ID – Kehadiran mobil listrik di Indonesia kian masif, tak hanya soal jumlah unit yang beredar, tetapi juga diiringi teknologi terbaru yang memungkinkan kendaraan terintegrasi penuh dengan smartphone penggunanya.

Salah satu ciri khas era mobil listrik generasi terbaru adalah konektivitas menyeluruh antara kendaraan dan telepon pintar pengguna.

Produsen seperti BYD dan Wuling membekali produknya dengan aplikasi ponsel khusus yang memungkinkan kontrol jarak jauh tanpa harus berada di dalam kabin.

Melalui BYD APP, yang tersedia gratis di App Store dan Google Play Store, pengguna dapat memantau informasi baterai dan estimasi jarak tempuh.

Memeriksa status pintu, jendela, serta tekanan ban, menyalakan atau mematikan AC dari jarak jauh.

Mengaktifkan ventilasi maupun pemanas kursi, mengunci dan membuka kunci kendaraan, melacak lokasi parkir.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Membunyikan klakson serta lampu untuk menemukan mobil di area parkir yang padat, hingga menggunakan fitur digital key yang memungkinkan mobil dibuka, dikunci, dan dinyalakan hanya dengan hp tanpa kunci fisik.

Seluruh fitur ini dapat diakses selama kendaraan berada di wilayah Indonesia dan mendapatkan sinyal jaringan yang memadai.

Wuling menerapkan pendekatan serupa lewat aplikasi Wuling Remote Control yang terintegrasi dengan sistem Internet of Vehicles (IoV), dilengkapi perintah suara berbahasa Indonesia bernama WIND (Wuling Indonesian Command).

Selain kontrol jarak jauh, ekosistem aplikasi Wuling juga menyediakan layanan konsultasi teknisi secara daring.

Koneksi langsung ke dealer, pemesanan test drive, hingga layanan bantuan darurat di jalan (road assistance) 24 jam.

Sejumlah model turut mendukung Android Auto, yang memungkinkan pengguna mengakses peta, memutar musik, dan mengirim pesan melalui perintah suara begitu ponsel tersambung ke unit head unit mobil.

Konektivitas juga merambah ke infrastruktur pengisian daya di rumah, Wallcharger dari BYD, misalnya, mendukung konektivitas pintar melalui aplikasi ponsel sehingga pengguna dapat memantau status pengisian dan mengatur jadwal charging dari jarak jauh, sekaligus mengatur mode pengisian sesuai kebutuhan tarif listrik.

Ke depan, ekosistem konektivitas ini diproyeksikan semakin berkembang seiring rencana sejumlah merek menghadirkan model-model baru pada paruh kedua 2026, di tengah persaingan pasar yang menurut data Gaikindo semakin didominasi oleh produsen asal Tiongkok.

Baca Juga:Google Uji Gemini yang Memungkinkan Mobil Listrik Memahami Lingkungan

Perluasan fitur digital key, integrasi kecerdasan buatan pada infotainment, serta perpanjangan insentif fiskal pemerintah hingga akhir tahun menjadi faktor yang akan menentukan arah pertumbuhan pasar mobil listrik Indonesia selanjutnya.

Pasar Mobil Listrik 2026
Seperti diketahui pasar mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang semester pertama 2026.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang dihimpun redaksi dikutip dari berbagai sumber, penjualan wholesales BEV pada Januari-Juni 2026 mencapai 69.739 unit.

Naik sekitar 80,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 38.576 unit.

Angka tersebut menempatkan pangsa pasar BEV di kisaran 15,9 persen dari total penjualan mobil nasional.

Sementara total kendaraan elektrifikasi (BEV, hybrid, dan plug-in hybrid) menguasai 26,8 persen dari 436.564 unit mobil yang terjual sepanjang semester I/2026.

Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kebijakan Kementerian Keuangan yang memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1 persen, untuk pembelian mobil listrik hingga Desember 2026, sebagaimana tertuang dalam PMK No. 8 Tahun 2024.

Insentif ini berlaku bagi kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, dirakit di dalam negeri, dan memiliki harga on the road tidak lebih dari Rp600 juta.

Kebijakan itu menekan harga jual akhir secara signifikan, sekaligus mendorong produsen global mempercepat langkah lokalisasi produksi di Indonesia.

Persaingan merek pun kian ramai, berdasarkan data Gaikindo untuk periode Juni 2026, Jaecoo J5 EV memimpin penjualan model BEV dengan distribusi 3.041 unit, disusul BYD Atto 1 dengan 2.249 unit dan Geely EX2 sebanyak 1.618 unit.

BYD M6, MPV listrik tujuh penumpang berbasis teknologi Blade Battery, turut menjadi penyumbang volume terbesar bagi BYD bersama model lain seperti Dolphin, Seal, Atto 3, Sealion 7, dan E6.

Di segmen entry-level, Wuling melalui Air EV dan Binguo EV tetap menjadi pemain lama yang konsisten menjaga pangsa pasar kota (city car) listrik.

Perjalanan Mobil Listrik Masuk ke Indonesia
Kehadiran mobil listrik di Indonesia dimulai dari fase awal ekosistem yang masih terbatas, sebelum akhirnya berkembang pesat dalam lima tahun terakhir.

Wuling menjadi salah satu pelopor lewat peluncuran Air EV pada pertengahan 2022, yang sekaligus menjadi model global pertama Wuling yang diproduksi dan dijual di luar Tiongkok, dirakit secara lokal di pabrik Cikarang.

Kehadiran BYD menyusul dengan lini produk yang lebih luas, mulai dari hatchback entry-level Atto 1 hingga MPV keluarga M6.

Sementara merek asal Tiongkok lain seperti Geely, Chery (Jaecoo), Aion, dan Denza turut memperkuat variasi pilihan di pasar domestik.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online