ITSEC Asia Terobos Batas Penetration Testing Lewat Bronyx AI, 14 Menit Kelar

6 hours ago 8

Selular.ID – ITSEC resmi meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing buatan Indonesia,). Bronyx AI dirancang untuk membantu organisasi menjalankan pengujian keamanan siber.

Dalam pengujian di lingkungan laboratorium pengembangan ITSEC Asia, Bronyx AI mencatat waktu penyelesaian Full Scan mulai dari 14 menit hingga 4 jam, tergantung pada ruang lingkup dan tingkat kompleksitas sistem yang diuji.

Dengan tetap melibatkan validasi tenaga ahli keamanan siber pada setiap tahapannya.

Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, menjelaskan bahwa kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber menuntut pendekatan baru dalam pengujian keamanan.

Kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber saat ini menghadirkan tantangan baru bagi organisasi.

Infrastruktur dan layanan digital terus berkembang, sementara pengujian keamanan membutuhkan waktu dan keahlian khusus.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Platform ini menggunakan agen AI yang tidak hanya mendeteksi kerentanan, tetapi juga secara aktif menganalisis hasil pengujian untuk menentukan langkah pengujian berikutnya.

“Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber,” ujar Patrick di Jakarta, (15/07/26).

Kehadiran Bronyx AI menandai perluasan lini bisnis ITSEC Asia, dari semula berfokus pada layanan keamanan siber konvensional menjadi pengembang teknologi berbasis kecerdasan artifisial.

Perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 16 tahun dan didukung lebih dari 400 personel keamanan siber di berbagai pasar internasional ini menyusun Bronyx AI berdasarkan tantangan nyata yang ditemukan timnya selama menjalankan proyek penetration testing di lapangan.

Secara teknis, Bronyx AI menjalankan rangkaian proses pengujian terhadap sistem yang telah mendapatkan otorisasi.

Mulai dari network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian web application dan API.

Hingga penyusunan Security Assessment Report yang dilengkapi penilaian CVSS (Common Vulnerability Scoring System) serta rekomendasi remediasi.

Cakupan pengujian saat ini mencakup web application, API, dan network range yang telah ditentukan bersama pelanggan.

Patrick menyebutkan, pengembangan Bronyx AI bersumber langsung dari pengalaman tim ITSEC Asia dalam menangani kebutuhan keamanan siber di berbagai industri dan pasar.

“Kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan teknologi AI dengan tetap mempertahankan keterlibatan tenaga ahli dalam proses pengujian. Bagi kami, kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis, dan akuntabilitas profesional keamanan siber,” terang Patrick.

Menggabungkan Kecepatan AI dan Keahlian Profesional Keamanan Siber
Bronyx AI menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL).

Yakni keterlibatan manusia pada tahapan tertentu dalam proses otomatis, untuk menjaga kualitas temuan yang dihasilkan.

Temuan dengan tingkat risiko tinggi dan kritis divalidasi terlebih dahulu oleh konsultan ITSEC Asia sebelum laporan akhir disampaikan kepada pelanggan.

Laporan yang dihasilkan mengikuti standar pelaporan yang selama ini digunakan ITSEC Asia dalam layanan penetration testing konvensional perusahaan.

Dengan pendekatan tersebut, AI berperan meningkatkan kecepatan dan cakupan pengujian, sementara tenaga ahli tetap menangani proses yang membutuhkan analisis mendalam, pemahaman konteks bisnis, dan keahlian teknis khusus.

Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menilai perkembangan AI perlu diimbangi penguatan aspek keamanan sekaligus kemampuan pelaku industri dalam negeri untuk mengembangkan teknologi yang menjawab kebutuhan nyata.

Perkembangan kecerdasan artifisial membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, sekaligus membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi, termasuk dalam aspek keamanan siber.

“Kami mengapresiasi upaya pelaku industri nasional seperti ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Inisiatif seperti ini menunjukkan kapasitas talenta dan industri teknologi Indonesia untuk menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat global,” kata Edwin.

Keamanan Data Jadi Perhatian Utama
Setiap pengujian melalui Bronyx AI hanya dijalankan terhadap aset yang telah mendapatkan otorisasi tertulis dan sesuai ruang lingkup yang disepakati bersama pelanggan.

ITSEC Asia menyatakan data pengujian setiap pelanggan disimpan secara terisolasi, sementara keys dan kredensial akses dienkripsi.

Perusahaan juga menegaskan data hasil pengujian tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan.

Bronyx AI tersedia melalui layanan berbasis cloud maupun dapat diterapkan langsung di dalam environment milik pelanggan.

Opsi yang ditujukan bagi organisasi dengan kebutuhan keamanan dan pengelolaan data yang lebih ketat, misalnya sektor keuangan atau instansi pemerintah.

Patrick menyebut peluncuran Bronyx AI mencerminkan arah pengembangan ITSEC Asia ke depan, yang akan terus memanfaatkan pengalaman perusahaan di bidang keamanan siber sebagai basis pengembangan teknologi berbasis AI.

Baca Juga:Aplikasi Besutan ITSEC Sebut Mampu Tangkal Judi Online Hingga Malware di Hp

Perusahaan menyatakan akan melanjutkan pengembangan kapabilitas Bronyx AI sejalan dengan perkembangan lanskap ancaman siber dan kebutuhan pengujian keamanan organisasi di Indonesia maupun pasar internasional.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online