DPR Minta Investigasi Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian

5 hours ago 2

INFO NASIONAL - Komisi I DPR RI memberikan perhatian serius terhadap tragedi gugurnya prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB. Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah mengatakan pemerintah dan pihak terkait perlu melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Taufiq mengatakan, peran Indonesia dalam pengiriman pasukan perdamaian merupakan misi mulia yang telah menjadi ikon diplomasi pertahanan Indonesia di mata internasional. Karena itu, setiap langkah yang diambil harus didasarkan pada data dan hasil investigasi yang valid.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami berharap PBB melakukan itu (investigasi), dan kita juga, pemerintah kita," kata Taufiq usai menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik ke Kodam Jaya/Jayakarta, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Terkait desakan atau pertimbangan untuk menarik personel dari wilayah konflik, Taufiq meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru. Dia menekankan bahwa misi ini memiliki nilai strategis bagi posisi tawar Indonesia di kancah global.

"Berdasarkan investigasi dulu. Karena ini tugas mulia yang saya kira menjadi ikon kita di diplomasi pertahanan dunia, salah satunya adalah pasukan perdamaian. Jadi jangan buru-buru juga," ujar Politisi Fraksi PKB ini.

Meski fokus pada evaluasi misi internasional, Taufiq memastikan bahwa hak-hak dan kewajiban bagi para prajurit yang menjadi korban atau terdampak dalam insiden tersebut harus tetap menjadi prioritas utama. Dia meyakini pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan para prajurit.

Di sisi lain, Taufiq juga mengaitkan pentingnya kesiapsiagaan pertahanan di dalam negeri, termasuk di wilayah Kodam Jaya, sebagai cerminan dari tantangan global yang semakin dinamis. Menurut dia, insiden di daerah misi dan potensi ancaman serangan mendadak (surprise attack) di dalam negeri merupakan pelajaran berharga bagi penguatan sistem pertahanan nasional.

"Kami akan rapat dengan Panglima untuk mendiskusikan hal itu. Karena ini kan misinya sangat mulia dan kita selalu hadir di dalam pasukan perdamaian itu. Tentu ini tidak bisa lalu begitu saja kita hentikan," kata dia. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online