MENTERI Pemuda dan Olahraga Erick Thohir melaporkan rencana pembangunan dua proyek fasilitas olahraga nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Erick menemui Prabowo di kediaman sang Presiden, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepada Prabowo, Erick mengatakan proyek tersebut akan menjadi kawasan pembinaan atlet sejak dini. "Kami melaporkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Erick melalui keterangan tertulis, Rabu, 22 April 2026.
Erick berharap fasilitas tersebut nantinya bisa meningkatkan prestasi para atlet Indonesia. "Agar mampu menjadi duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia di kancah dunia," tuturnya.
Dalam keterangan yang sama, Mantan Menteri BUMN ini pun turut menyampaikan ucapan terima kasih dari para atlet, pelatih, dan seluruh tim SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2026 kepada Prabowo. Khususnya atas bonus yang diberikan karena perolehan medali.
Erick menyampaikan, bonus tersebut disertai dengan program literasi finansial agar dapat dikelola dengan baik sebagai tabungan untuk masa depan. "Hal ini merupakan bentuk perhatian nyata Bapak Presiden terhadap kesejahteraan atlet Indonesia," ucap dia.
Selain itu, Erick juga menyampaikan apresiasi kepada dua pembantu Prabowo yang lain. "Terima kasih kepada Bapak Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Bapak Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atas dukungan yang konsisten dalam mendorong kemajuan olahraga Indonesia," kata Erick.
Erick sebelumnya menemui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk memberi laporan kinerja kementeriannya. Menurut keterangan Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut mendiskusikan capaian program jangka panjang Kemenpora. Erick dan Teddy membahas evaluasi prestasi bidang olahraga pasca SEA Games 2026 dan ASEAN Para Games 2026.
Selain itu, Erick juga melaporkan hasil program deregulasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menyederhanakan 191 Peraturan Menpora menjadi empat. "Melalui metode omnibus, deregulasi ini juga memangkas sekitar 60 persen ketentuan (dalam Permenpora), dari 1.500 pasal menjadi 600 pasal," seperti tertulis dalam keterangan Sekretariat Kabinet, Senin, 20 April 2026.
Dalam pertemuan itu, Teddy menyampaikan bahwa kebijakan deregulasi sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Langkah itu, kata dia, adalah bagian dari reformasi birokrasi untuk menghapus tumpang tindih aturan dan menyederhanakan regulasi.
Teddy menyampaikan, Prabowo mendukung penuh deregulasi yang dilakukan Erick di Kemenpora. Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga berharap hasilnya bisa meningkatkan efektivitas program, mempercepat pembinaan atlet, serta memperkuat industri olahraga nasional.
.png)














































