Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin pada Selasa (23/6/2026) bergerak naik tipis ke kisaran $64.023 per koin, menguat sekitar 0,46% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan moderat ini terjadi seiring memudarnya tekanan geopolitik dari Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan perdamaian sementara pekan lalu. Meski BTC belum menunjukkan momentum reli yang kuat, pasar kripto global mulai merespons positif membaiknya sentimen makro.
Harga Bitcoin 23 Juni 2026: Bertahan di Atas $63.800
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa pagi, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $63.800 hingga $64.023 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,28 triliun. Dominasi BTC di pasar kripto global tercatat di angka 56,2%, mencerminkan posisi Bitcoin yang tetap kuat sebagai aset digital utama di tengah pergerakan pasar yang terbatas.
Volume perdagangan 24 jam untuk BTC menyentuh angka $21,15 miliar, menunjukkan aktivitas yang cukup aktif meski harga bergerak dalam rentang sempit. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin bergerak antara $62.500 dan $65.000, dengan resistensi utama berada di area $65.000 sampai $67.500 yang perlu ditembus agar momentum bullish lebih terlihat.
Dalam rupiah, harga Bitcoin hari ini berada di kisaran Rp1,05 miliar per koin berdasarkan kurs dolar sekitar Rp16.400. Angka ini masih di bawah level tertinggi awal 2026, namun para analis melihat konsolidasi ini sebagai fase akumulasi sebelum reli berikutnya.
Baca juga: “Harga Bitcoin Hari Ini 22 Juni 2026: BTC Stagnan di $64.000, Ancaman Hormuz Kembali Memanas“
Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz, Sentimen Pasar Membaik
Pergerakan harga BTC hari ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik yang menekan pasar kripto sejak awal Juni. Konflik AS-Iran yang memuncak pada 10 Juni lalu, saat Iran menutup Selat Hormuz, sempat mendorong Bitcoin jatuh ke level rendah $60.914. Penutupan selat yang mengontrol sekitar 20% pasokan energi global itu memicu lonjakan harga minyak dan inflasi di berbagai negara.
Situasi berbalik setelah Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran pada pertengahan Juni. Perjanjian formal ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026, membuka jendela negosiasi 60 hari yang mencakup program nuklir Iran dan keringanan sanksi. Pembukaan kembali Selat Hormuz menekan harga minyak mentah WTI turun sekitar 3,2% dan mendukung pemulihan aset berisiko, termasuk kripto.
Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya reda. Beberapa analis mengingatkan bahwa pasar masih sensitif terhadap pernyataan dari kedua pihak, dan setiap eskalasi baru berpotensi menekan harga BTC kembali ke zona $62.000.
ETF Bitcoin: Aliran Keluar Melambat, BlackRock dan Morgan Stanley Kembali Masuk
Kabar positif datang dari pasar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Setelah mencatat arus keluar bersih terbesar sepanjang 2026 sebesar $2,3 miliar pada Mei, tren tersebut mulai berbalik. Data terbaru per 23 Juni menunjukkan arus keluar dari ETF Bitcoin hanya sebesar $19 juta, jauh lebih rendah dibanding minggu-minggu sebelumnya.
Yang menarik, BlackRock dan Morgan Stanley termasuk di antara institusi yang kembali melakukan pembelian pada sesi perdagangan terbaru. Kehadiran dua raksasa keuangan global ini di sisi beli memberi sinyal bahwa minat institusional terhadap Bitcoin belum pudar, meski kondisi makro masih penuh ketidakpastian.
Di luar ETF, Cardone Capital juga dilaporkan membeli 282 BTC senilai sekitar $18 juta menggunakan pendapatan properti sewaan mereka. Perusahaan ini menargetkan kepemilikan 3.000 BTC pada akhir 2026, mencerminkan strategi dollar-cost averaging yang kini semakin populer di kalangan korporasi.
Baca juga: “Prediksi Harga Bitcoin 2026: Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi?“
Scaramucci dan Saylor di BTC Prague: Optimisme untuk Q4 2026
Konferensi BTC Prague pada akhir Juni menjadi sorotan komunitas kripto global. Michael Saylor hadir dan menyatakan bahwa perusahaannya secara teknis bisa saja menjual Bitcoin, mempertegas bahwa strategi Bitcoin treasury bersifat pragmatis. Pernyataan ini memicu diskusi luas di komunitas mengenai arah strategi akumulasi BTC korporasi.
Anthony Scaramucci, pendiri SkyBridge Capital, memprediksi reli Bitcoin baru akan terjadi pada kuartal keempat 2026. Menurutnya, apati pasar yang terlihat saat ini justru merupakan sinyal bullish, karena pasar yang terlalu ramai sering kali mendahului koreksi. Scaramucci menyebut kombinasi antara pelonggaran geopolitik, potensi pemangkasan suku bunga The Fed, dan siklus pasca-halving sebagai faktor pendorong utama reli berikutnya.
Analisis Teknikal BTC: Konsolidasi di Zona $62.000-$65.000

Dari perspektif teknikal, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi yang ketat. Moving average 50 hari masih berada di atas harga spot, menjadi resistensi dinamis yang perlu ditembus secara konsisten. Support kuat terletak di zona $62.000 hingga $62.500, level yang sudah beberapa kali diuji namun tetap bertahan.
Untuk memasuki fase bullish yang lebih meyakinkan, BTC perlu menutup harian di atas $65.000 secara berturut-turut. Resistensi berikutnya berada di kisaran $67.500, level yang sempat menjadi support sebelum konflik Hormuz memulai tekanan jual. Para analis teknikal menyebut pola ini sebagai potensi akumulasi sebelum ekspansi harga, dengan target konservatif di $70.000 hingga $75.000 jika katalis makro mendukung.
Indeks Fear and Greed kripto saat ini masih berada di zona Fear, mencerminkan kehati-hatian investor dalam menambah posisi. Namun, kondisi ini juga sering diartikan sebagai peluang bagi investor jangka panjang yang percaya pada siklus kripto empat tahunan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
- “Harga Kripto 23 Juni 2026: Bitcoin Bertahan di Atas USD$ 63.800, TRON Pimpin Penguatan“. Liputan6. Diakses pada 23 Juni 2026.
- Shiraz Jagati. “Bitcoin at $63,400 as Iran Says Strait of Hormuz Remains Closed Despite Trump’s ‘Great Deal’ Claim“. Bitcoin News. Diakses pada 23 Juni 2026.
- “Bitcoin ETF Outflows Slow to $19 Million as Blackrock and Morgan Stanley Buy“. Bitcoin News. Diakses pada 23 Juni 2026.
- “Bitcoin (BTC) Price, Charts, Market Cap“. CoinMarketCap. Diakses pada 23 Juni 2026.
- “US and Iran reach interim agreement to reopen Strait of Hormuz, Bitcoin rallies on easing tensions“. Crypto Briefing. Diakses pada 23 Juni 2026.
.png)




































