Kenali 4 Posisi Plasenta dan Pengaruhnya pada Kehamilan

13 hours ago 10

Jakarta -

Plasenta berperan besar dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dan kehamilan. Dan posisi plasenta juga berbeda-beda di setiap ibu hamil. Lantas, apa pengaruh posisi plasenta pada kehamilan?

Posisi plasenta biasanya baru diketahui saat USG di trimester kedua atau sekitar usia kehamilan 18-22 minggu.

Berdasarkan penjelasan Nebraska Medicine dalam lamannya, posisi plasenta umumnya normal, tapi bisa memengaruhi sensasi gerakan bayi hingga cara pemantauan kehamilan dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu posisi plasenta?

Posisi plasenta adalah letak menempelnya plasenta pada dinding rahim setelah terjadi proses implantasi. Dokter biasanya mengetahuinya lewat USG kehamilan. Ini biasanya pemindaian transabdominal yang dilakukan pada janji temu anatomi pada usia kehamilan 20 minggu.

Ada beberapa posisi plasenta yang umum dan semuanya bisa dianggap normal, tergantung kondisi kehamilan.

1. Anterior

Posisi ini cukup sering ditemukan. Pada posisi ini, plasenta menempel di bagian depan rahim sehingga berada di antara bayi dan dinding perut ibu. 

Karena terletak di dinding depan rahim, plasenta ini dapat bertindak sebagai penyangga antara bayi dan bagian luar perut Anda.

"Biasanya, ibu-ibu tersebut merasakan gerakan lebih di sisi, atas, dan bawah perut mereka dibandingkan tepat di tengah,” kata Bidan bersertifikat Diane Johnson, APRN-CNM. 

Dampak jika posisi plasenta anterior adalah: 

  • Gerakan bayi bisa terasa lebih lembut.
  • Tendangan bayi mungkin terasa teredam.
  • Ibu terkadang merasa lebih lama merasakan gerakan bayi.

Menurut bidan bersertifikat yang dikutip Nebraska Medicine, plasenta anterior bisa membuat sensasi gerakan bayi terasa berbeda, tetapi tetap normal selama perkembangan janin baik.

2. Posterior

Plasenta posterior berada di bagian belakang rahim, dekat dengan tulang punggung ibu. Dengan plasenta posterior, tidak ada penyangga, sehingga gerakan cenderung terasa lebih langsung. Posisi ini sering membuat ibu lebih cepat menyadari gerakan janin.

Dampaknya posisi posterior:

  • Gerakan bayi biasanya lebih jelas terasa.
  • Tendangan terasa lebih 'langsung'.

3. Fundal 

Plasenta fundal menempel di bagian atas rahim.

Dampaknya:

  • Posisi plasenta umumnya tidak mengganggu gerakan bayi.
  • Termasuk posisi yang paling netral.
  • Tidak banyak memengaruhi proses persalinan.

Posisi ini juga dianggap sebagai salah satu variasi normal plasenta.

4. Lateral 

Pada posisi ini, plasenta berada di salah satu sisi rahim yakni kiri atau kanan rahim.

Dampaknya:

  • Gerakan bayi bisa terasa berbeda tergantung posisi plasenta.
  • Posisi ini biasanya tidak menimbulkan komplikasi.
  • Tetap termasuk posisi normal.

Plasenta letak rendah dan plasenta previa

Selain empat posisi utama, ada juga kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus:

1. Plasenta letak rendah

Plasenta letak rendah berarti tepi plasenta berada dalam jarak 2 sentimeter dari ostium serviks internal, yaitu bukaan serviks. Johnson mengatakan ini adalah sesuatu yang dipantau oleh penyedia layanan kesehatan, tetapi seringkali akan sembuh dengan sendirinya.

"Saat rahim membesar, plasenta, karena melekat pada dinding rahim, akan semakin menjauh dari serviks," katanya.

Dengan kata lain, plasenta tidak terlepas dan menempel kembali, plasenta hanya bergerak bersama rahim yang membesar. Plasenta letak rendah biasanya dievaluasi ulang antara minggu ke-28 dan ke-32 untuk melihat apakah plasenta telah bergeser cukup jauh.

2. Plasenta previa

Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh ostium serviks bagian dalam. Plasenta previa dievaluasi lebih menyeluruh dengan USG transvaginal untuk menentukan seberapa banyak serviks yang terlibat.

Tidak seperti plasenta letak rendah, plasenta previa berisiko perdarahan yang lebih tinggi selama kehamilan dan membutuhkan pemantauan yang lebih ketat.

USG lanjutan dapat dijadwalkan setiap empat hingga delapan minggu, tergantung pada penyedia layanan kesehatan dan situasi ibu hamil.

Pasien dengan plasenta previa atau plasenta letak rendah mungkin diminta untuk beristirahat total. Ini artinya tidak ada aktivitas di dalam vagina untuk mengurangi risiko perdarahan.

Apakah posisi plasenta berbahaya?

Sebagian besar posisi plasenta tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kehamilan secara signifikan. Namun, dokter biasanya akan memantau lebih ketat jika ditemukan:

  • Plasenta letak rendah
  • Plasenta previa
  • Perubahan gerakan janin

Posisi plasenta memengaruhi persalinan?

Untuk empat posisi normal, lokasi plasenta biasanya tidak mengubah cara melahirkan. Namun, orang dengan plasenta anterior mungkin lebih cenderung memiliki bayi posterior, yakni bayi yang menghadap ke atas daripada ke arah tulang belakang. Ini karena posisi tali pusar dan plasenta. Hal ini dapat membuat persalinan terasa berbeda, meskipun tidak selalu mengubah cara persalinan.

Untuk plasenta previa, berbeda. "Anda tidak dapat melahirkan bayi Anda melalui plasenta, jelas, itu tidak aman," kata Johnson.

Jika previa masih ada pada usia kehamilan 36 minggu atau lebih maka memerlukan operasi caesar. Plasenta yang letaknya rendah dan belum cukup jauh dari serviks pada trimester ketiga juga kemungkinan akan mengakibatkan operasi caesar.

Singkatnya, sebagian besar posisi plasenta sepenuhnya normal dan tidak memerlukan penanganan khusus. Jika penyedia layanan kesehatan menyebutkan plasenta letak rendah atau plasenta previa pada pemeriksaan USG anatomi, maka membutuhkan lanjutan. Dan kebanyakan temuan ini akan hilang sebelum persalinan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online