loading...
Rudenim Jakarta Slamet Wahyuni mengajak warga untuk mencegah TPPO dan TPPM. Foto/SindoNews
JAKARTA - Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta , Slamet Wahyuni menyatakan jangan menganggap remeh peran RT dan RW. Sebab dari lingkungan paling bawah inilah berbagai potensi persoalan yang melibatkan warga negara asing (WNA), pengungsi, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) bisa terdeteksi lebih dini.
Slamet mengungkapkan hal itu dalam sharing session Wargaku Intelku (Wartel) di Tangerang, Kamis (2/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Rudenim Jakarta, RT/RW, Lurah Kalideres, perangkat daerah lainnya, serta perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan Wartel merupakan sarana memperkenalkan tugas dan fungsi Rudenim sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Rudenim Jakarta.
Baca juga: Perdagangan Orang Masih Mengancam, Posko Pengaduan TPPO Dinilai Perlu
“Kenapa tempatnya di Rudenim? Karena saya ingin memperkenalkan tugas dan fungsi kami sebagai rumah detensi. Seperti apa sih area Rudenim itu kepada bapak dan ibu semua,” kata Slamet.
Kegiatan tahun ini digelar di luar kantor Rudenim agar jangkauannya lebih luas dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Diharapkan informasi yang diperoleh para pengurus lingkungan harus diteruskan kepada masyarakat, termasuk karang taruna dan kelompok sosial lainnya.
“Kita harus saling menjaga. Saya ingin output dari kegiatan Wartel ini, bapak-ibu RT dan RW bisa menyampaikan kepada karang taruna dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi,” terangnya.
Slamet memaparkab kondisi terkini Rudenim Jakarta, di mana terdapat sejumlah 255 deteni yang berada di ruang detensi. Sebagian di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang tersangkut perkara hukum dan dititipkan oleh aparat penegak hukum.
Lihat video: Stop! Kamboja Bukan Negara Penempatan PMI Resmi, Waspada TPPO dan Scamming
Di antaranya penanganan warga negara China yang dititipkan oleh Bareskrim terkait kasus judi online. Ada pula seorang WN China yang dititipkan ke Rudenim setelah ditangkap di Solo dalam kasus serupa.
Rudenim juga menerima titipan WNA dalam kasus penipuan online di Batam. Karena masuk wilayah kerja Tanjung Pinang, para WNA tersebut kemudian dititipkan di Rudenim Pusat Tanjung Pinang. Hal tersebut merupakan perkembangan kasus-kasus yang terjadi.
Slamet menjelaskan, banyaknya kasus yang melibatkan WNA membuat masyarakat perlu memahami bahwa keberadaan orang asing di lingkungan mereka bukan suatu hal yang dapat luput dari perhatian.
.png)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329100/original/079520900_1787219656-ChatGPT_Image_Aug_13__2026__03_10_41_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306202/original/096117800_1784867490-vietnam_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425119/original/084956400_1764214528-ze_1.jpg)