INFO TEMPO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terus memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Penguatan Profesional Bidang Pendidikan (Probidik) Gema Jabar. Program hasil kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi calon guru sekaligus membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik di berbagai sekolah di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen UPI dan Pemprov Jawa Barat dalam menghadirkan perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui Probidik Gema Jabar, sebanyak 1.147 mahasiswa UPI diterjunkan untuk menjalani praktik mengajar di 364 satuan pendidikan yang terdiri atas 230 SMA, 116 SMK, dan 18 SLB selama enam bulan atau setara 20 SKS.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selama menjalankan tugas, para mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing dari UPI dan guru pamong di masing-masing sekolah. Purwanto berharap program ini dapat mendukung proses belajar mengajar di sekolah agar berjalan lebih optimal, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik pelaksanaan Probidik Gema Jabar. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, terutama di wilayah perdesaan.
"Ini kesempatan bagi kalian mahasiswa selama 6 bulan untuk menekuni program pembelajaran sekaligus belajar secara langsung. Sebab saat mengajar bukan saja keahlian akademik yang dipraktikan, tetapi juga untuk memupuk soal rasa saat mengajar kepada anak didiknya," ujarnya saat pelepasan para mahasiswa, di Bandung, pada Senin, 13 Juli 2026.
Selain itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sapaan akrabnya, mengingatkan agar mahasiswa memiliki pandangan lebih luas terkait wilayah Jawa Barat. "Harus mengenal Jabar bukan kota Bandung saja. Jabar itu luas sehingga tahu bahwa yang perlu dicerdaskan itu juga berada di perdesaan dan perkampungan," tegasnya.
Salah satu peserta, Andika Darmawan mahasiswa UPI dari jurusan Pendidikan Teknik Mesin mengaku sangat senang bisa menjadi bagian dari program ini. "Programnya sangat bagus buat kami, sangat membantu. Apalagi kedepan akan banyak guru yang pensiun dan saya siap meneruskan sebagai penggantinya," ujarnya.
Mahasiswi UPI lainnya, Regina, berharap program tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi pengalaman berharga sebelum dirinya terjun sebagai guru. "Harapannya kegiatan berjalan baik, lancar. Sebab ini tentu sangat membantu program pendidikan di Jabar," ujarnya yang ditugaskan di SMK 28, Bandung. (*)
.png)
















































