Longsor Timbun Warga dan Jalan Cadas Pengeran di Sumedang

5 hours ago 4

PERISTIWA longsor di Kabupaten Sumedang sempat menutup Jalan Raya Cadas Pangeran dan menimbun rumah warga pada Rabu, petang 8 April 2026. Menurut Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Bambang Rianto, Jalan Raya Cadas Pangeran sudah bisa dilintasi kendaraan lagi pada Kamis, 9 April, mulai sekitar pukul 04.00 WIB dinihari.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kalau longsor yang menimbun rumah warga, satu orang masih dalam pencarian sejak tadi malam," katanya Bambang saat dihubungi pada Kamis, siang 9 April 2026.

Dua kejadian longsor itu berada di wilayah yang sama, yaitu di Kecamatan Sumedang Selatan pada waktu yang berdekatan, namun lokasinya berjauhan. Rumah warga yang tertimbun longsor di Dusun Cirangon RT1 RW7 Desa Mekar Rahayu berjumlah dua unit. Korban longsor yang dalam pencarian petugas gabungan berusia 63 tahun. "Longsor terjadi sekitar pukul enam sore setelah Sumedang hujan lebat," ujarnya.

Sementara longsor yang sempat menutup jalan raya di Cadas Pangeran berjumlah tiga titik dengan jarak sepanjang antara 100-200 meter. Akibatnya, menurut Bambang, akses kendaraan dari Bandung ke Cirebon dan sekitarnya juga sebaliknya terputus sementara waktu. Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan yang terhalang untuk lewat melalui jalan tol.

Bambang mengatakan penanganan longsor di Cadas Pangeran memakan waktu lama. "Pembersihan materialnya harus menunggu kondisi aman karena berpotensi longsor susulan," ujarnya.

BPBD Kabupaten Sumedang selanjutnya akan memasang baligo atau spanduk agar pengguna jalan raya di Cadas Pangeran agar lebih berhati-hati karena daerah itu rawan longsor. Selain itu, bersama instansi terkait, pemerintah telah melakukan pemangkasan pepohonan yang rawan tumbang, pembersihan drainase di atas tebing dan jalan raya.

BPBD juga menyarankan agar pengguna jalan dari Bandung ke Cirebon dan sebaliknya memilih lewat jalan tol daripada lewat Cadas Pangeran ketika hujan lebat di Sumedang.

Berdasarkan hasil analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, hujan yang mengguyur Sumedang pada Rabu 8 April 2026 tergolong sedang hingga lebat. Intensitas hujannya antara 31,6 - 77 milimeter per hari.

Dari hasil interpretasi citra satelit Himawari terpantau sel awan konvektif pada pukul 15.30 WIB di sekitar Subang bagian selatan yang berbatasan dengan Sumedang bagian barat. "Awan tersebut kemudian berkembang dan terpantau meluas di wilayah Sumedang pada pukul 16.20 WIB," kata prakirawan cuaca Leni Jantika lewat keterangan tertulis.

Awan konvektif semakin menguat hingga pukul 17.40 hingga hujan terpantau meluruh sekitar pukul 18.40. Selain di Sumedang, menurut laporan yang diterima BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, longsor juga terjadi di perumahan Graha Grande Blok J RT 004/RW 008 Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada sore hari.

Kemudian di Garut sekitar pukul 16.30 di Kecamatan Cikajang, Cihurip, dan Pamulihan. Ada pun banjir yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Kecamatan Pakenjeng memutuskan akses jembatan penghubung.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online