Mengapa Pasukan Khusus Navy SEAL AS Turun ke Selat Hormuz? Misi 4 Bulan Berburu Ranjau Iran

3 hours ago 2

loading...

Pasukan khusus Navy SEAL Amerika Serikat dilaporkan telah menjalankan misi rahasia selama 4 bulan untuk berburu ranjau Iran di Selat Hormuz. Foto/US Department of War

WASHINGTON - Pasukan khusus Navy SEAL Amerika Serikat (AS) telah menjalankan misi rahasia selama empat bulan untuk membersihkan ranjau-ranjau Iran di Selat Hormuz. Mereka menggunakan penyelam, kapal robotik, dan sistem bawah air khusus dalam operasi berisiko tinggi untuk membuka kembali jalur perairan vital tersebut.

Misi rahasia itu diungkap Financial Times, Senin (7/9/2026). Operasi itu sebagian besar dilakukan di bawah kegelapan di tengah aksi saling serang antara AS dan Iran.

Baca Juga: AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara

Ranjau-ranjau yang dipasang Iran telah membuat kapal-kapal komersial enggan melintas sejak perang pecah di Timur Tengah, yang oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Iran mengeklaim telah memasang ranjau di perairan internasional dan perairan Oman. Organisasi Maritim Internasional (IMO) memperkirakan pada Juni bahwa sekitar 80 ranjau telah dipasang di sepanjang jalur pelayaran utama.

Kapal-kapal khusus Angkatan Laut AS untuk penanggulangan ranjau yang biasanya ditempatkan di kawasan Teluk dilaporkan berada di luar kawasan tersebut. Akibatnya, pasukan khusus dan sistem nirawak menangani sebagian besar pekerjaan pembersihan ranjau.

Para penyelam Navy SEAL beroperasi dalam tim-tim kecil dari perahu karet atau perahu dengan lambung tiup, didukung kapal permukaan robotik dan kendaraan bawah air yang menarik perangkat sonar pemindai samping (side-scan sonar) beresolusi tinggi**.

Sistem tersebut memindai dasar laut untuk mengidentifikasi benda-benda mencurigakan tanpa langsung mengekspos personel.

“Biasanya, benda tersebut kemudian diperiksa oleh penyelam Angkatan Laut yang harus masuk ke air dan mendekati ranjau, lalu memasang bahan peledak untuk menghancurkannya,” kata pensiunan Kapten Angkatan Laut AS Bill Hamblet, yang selama bertahun-tahun bertugas di kawasan Teluk, kepada Financial Times.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online