MENTERI Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengingatkan prajurit Satuan Tugas Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) menjaga disiplin selama menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libanon. Para prajurit TNI itu akan diberangkatkan menjadi pasukan perdamaian.
Menurut dia, perilaku personel akan berdampak pada reputasi Indonesia di mata internasional. “Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian,” kata Djamari melalui keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pesan itu disampaikan Djamari saat memimpin Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Tentara Nasional Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026.
Sebanyak 744 prajurit Satgas Kontingen Garuda dijadwalkan berangkat ke Libanon pada akhir Mei 2026, sebagai bagian dari rotasi prajurit. Dalam arahannya, Djamari menekankan disiplin, kemampuan, dan kualitas latihan menjadi faktor utama keselamatan prajurit selama bertugas di wilayah konflik.
Menurut dia, latihan keras merupakan bagian penting dalam pembinaan prajurit sebelum penugasan luar negeri. Djamari menyebut latihan intensif sebagai bentuk kesejahteraan yang diberikan negara kepada personel militer.
“Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Dengan latihan keras dan disiplin, prajurit kita dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Djamari.
Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian, Djamari mengatakan Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam operasi penjaga perdamaian PBB. Ia juga menyinggung pengalamannya saat tergabung dalam misi United Nations Emergency Force II di Sinai pada 1970-an.
Menurut dia, pemerintah ingin terus memperkuat kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Presiden Prabowo Subianto, kata Djamari, memberi perhatian terhadap peningkatan kesiapan pasukan serta penempatan perwira TNI pada posisi strategis di struktur misi PBB.
Ia mengatakan para prajurit tidak hanya membawa mandat negara, tetapi juga kehormatan Indonesia di forum internasional. Karena itu, setiap personel diminta memahami tujuan pengabdian dan menjaga profesionalisme selama bertugas.
“Kalian mengemban tugas negara untuk turut menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian,” kata dia.
Adapun rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan kementerian terkait lainnya.
.png)














































