PANITIA Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Tes atau SNBT Universitas Indonesia (UI) melakukan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan peserta ujian.
Seperti pantauan Tempo di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI Kampus Depok, pada Selasa pagi, 21 April 2026, peserta yang mengikuti sesi pertama saat memasuki laboratorium komputer diperiksa dan diawasi ketat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bahkan, setelah peserta izin keluar untuk ke toilet, mereka kembali diperiksa menggunakan metal detector oleh petugas.
Penanggung Jawab Lokasi UTBK Rumpun Ilmu Kesehatan UI Depok, Rina Rahmawati mengatakan pengawasan sudah dimulai sejak pagi untuk mencegah terjadinya pelanggaran.
"Sebelum mulai kegiatan ujian kami melakukan briefing peserta di selasar tadi mungkin ada sudah yang melihat," kata Rina.
Pada kesempatan tersebut, lanjut Rina, panitia menginformasikan tata tertib ujian, seperti yang tidak boleh dibawa ke meja saat pelaksanaan UTBK.
"Jadi seperti aksesoris itu pun kita minta lepas termasuk ikat pinggang, jam tangan, gelang, cincin itu kita minta untuk copot seperti itu. Untuk handphone juga kita minta matikan karena khawatir ada informasi yang masuk lewat handphone dan disimpan di tasnya masing-masing dan tasnya itu taruh di depan," papar Rina.
Selain itu, perbandingan jumlah pengawas dengan peserta 1:20, seperti di ruangan LB 207 terdapat 50 peserta, sehingga ada 2 pengawas dibantu tiga teknisi ruang.
"Jadi perbandingannya 1 banding 20, seperti itu," tukasnya.
Bahkan, untuk peserta yang melakukan survei lokasi pun hanya diperkenankan sampai depan ruang ujian saja.
Rina menambahkan, antisipasi panitia untuk mencegah kecurangan pun sampai dilakukan pengecekan bagi peserta yang menggunakan hijab.
"Karena kita untuk mengecek apakah dia pakai alat bantu dengar atau tidak, kami melakukan body checking. Jadi selain menggunakan metal detector, sebelum mereka duduk ke meja ujian kita juga melakukan body checking, terutama untuk yang berhijab karena kita kan tidak bisa melihat ya kalau dari luar apakah di bagian telinganya atau lehernya ada alat bantu atau tidak," katanya.
Meski demikian, Rina mengakui, saat UTBK di UI tahun-tahun sebelumnya pun panitia tidak menemukan adanya peserta yang berbuat curang atau melanggar tata tertib.
"Alhamdulillah tidak karena memang dari pihak pusat UTBK sudah menginformasikan hal-hal apa saja pencegahan yang harus kita lakukan dan itu memang intens sekali kita diskusi di WA group seperti itu," tuturnya.
Namun, Rina menegaskan, jika ada yang kedapatan berbuat curang atau melakukan pelanggaran, sesuai arahan dari kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), teknisi ruang diminta mendokumentasikan kecurangan.
"Nanti jika ada kecurangan kita ambil bukti dukungnya, kemudian bisa kita input masukkan ke dalam BAPU (Berita Acara Pelaksanaan Ujian) dan kita nanti minta mereka menandatangani berita acara kecurangan. Gitu, sudah disiapkan dokumen-dokumen tersebut oleh pihak PMB. Nantinya, keputusan nasib peserta yang kedapatan melakukan pelanggaran akan diputuskan di pusat UTBK UI," ucap Rina.
.png)













































