Penanganan Jalan Lintas Sumatra Dipercepat di Tengah Evaluasi Keselamatan Jalan

22 hours ago 10

INFO NASIONAL – Percepatan penanganan dan penguatan layanan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan pasca kecelakaan lalu lintas Bus ALS dan mobil tangki pengangkut BBM pada Rabu, 6 mei 2026.

Lokasi kejadian berada di ruas Maur–Terawas yang merupakan bagian Jalan Lintas Tengah Sumatera dengan panjang ruas mencapai 35,98 kilometer dan lebar rata-rata 5,6 meter. Koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi sendiri memiliki total panjang sekitar 98 kilometer dengan kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 91 persen. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan nasional (BBPJN) Sumatra Selatan sebelumnya telah melakukan preservasi jalan pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 sehingga kondisi ruas jalan berada dalam kondisi tertangani. Namun, intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan munculnya kembali sejumlah titik lubang baru di beberapa ruas jalan.

Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menyampaikan belasungkawa kepada korban kecelakaan tersebut dan berharap pengawasan keselamatan transportasi dapat terus ditingkatkan. 

Roy mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian terkait penyebab kecelakaan tersebut.

“Seperti kita ketahui ruas jalan Maur-Terawas ini merupakan bagian dari Jalan Lintas Sumatera koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi dengan kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 91 persen dengan total panjang 98 kilometer,” jelas Roy. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Ditjen Bina Marga Hendro Satrio mengatakan lubang yang berada di ruas Maur–Terawas relatif kecil dan tidak dalam, namun tetap menjadi perhatian untuk segera dilakukan penanganan dan perbaikan.

“Kita sudah lihat kondisinya sepanjang ruas jalan ini, memang ada beberapa lubang yang ada di lokasi, namun lubangnya kecil kecil dan tidak dalam,” kata Hendro. 

Menurut Hendro, percepatan penanganan dilakukan menggunakan material aspal karet maupun CPHMA yang tersedia di BBPJN Sumatera Selatan sesuai instruksi Direktur Jenderal Bina Marga. “Insyaallah dalam beberapa hari ini akan segera kita tambal semua lubang lubangnya,” ujarnya. 

Hendro juga menjelaskan bahwa pada jalur Lebaran sebelumnya ruas jalan tersebut telah berada dalam kondisi tertangani, namun curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan munculnya kembali sejumlah titik kerusakan baru yang kini sedang dilakukan penanganan.

“Sebetulnya ruas jalan ini, pada saat kemarin jalur Lebaran sudah tidak ada lubang lagi, sudah kita tangani, tapi ternyata dalam beberapa bulan ini terjadi hujan yang cukup tinggi intensitasnya, sehingga timbul lubang-lubang baru, dan sekarang juga sedang ditangani oleh pihak balai,” tuturnya. 

Selain penanganan jalan, pemerintah juga masih menunggu hasil investigasi terkait kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan percikan api pada mesin bus maupun microsleep pengemudi. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online