Prabowo: Orang Pintar di Jakarta Tak Peduli Nasib Nelayan

2 days ago 14

PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut selama ini orang-orang di pusat tak memperhatikan kehidupan para nelayan di pesisir. Prabowo mengutarakan ini ketika meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Para nelayan sering dilupakan. Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasibnya nelayan,” ucap Prabowo sebagaimana disiarkan Sekretariat Presiden.

Prabowo tak menjelaskan lebih detail siapa orang-orang pintar yang dimaksud. Ia hanya menyampaikan bahwa pemerintahannya akan menaruh perhatian lebih kepada pada para nelayan Tanah Air. "Berubah sekarang. Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia, ya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyoroti risiko yang dihadapi para nelayan. Prabowo menilai pekerjaan nelayan tidaklah ringan karena penuh tantangan dan ketidakpastian alam.

“Saya mengerti nelayan itu memiliki risiko yang besar. Di laut itu tidak main-main. Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah. Saudara mempertaruhkan nyawa untuk mencari makan untuk keluargamu, untuk masyarakatmu, untuk bangsamu,” ujar Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan ini pun menyatakan tekadnya untuk memperbaiki kesejahteraan sekaligus memberikan penghormatan yang layak kepada para nelayan Indonesia.

Tak hanya itu, Prabowo juga mengatakan tidak ingin ikan dari perairan Indonesia diambil oleh kapal asing. Bagi Prabowo, ikan-ikan di laut Indonesia semestinya dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia saja. “Kami ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kami ingin rakyat kita yang mengambil,” tutur Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra berujar, pemerintah menyiapkan pembangunan ribuan kapal ikan yang akan dikelola melalui koperasi nelayan. Menurut dia, kapal-kapal itu nantinya berukuran kecil, menengah, hingga besar.

“Kami akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu. Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30, nanti kita beri kapal,” kata dia.

Menurut Prabowo, potensi laut Indonesia merupakan karunia besar yang harus dikelola. Hal ini guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

“Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kami akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kami sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia Yang Maha Kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” kata Prabowo.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online