TASPEN Hadir di Tengah Duka, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

7 hours ago 6

PT TASPEN (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa di NTT. Bentuk kepedulian sekaligus respons atas kondisi masyarakat yang menghadapi dampak bencana dan gempa susulan.

18 Agustus 2026 | 10.17 WIB

Mengapa Tempo bisa dipercaya

(Kedua dan ketiga dari kanan) Komisaris Utama TASPEN, Fary Djemy Francis bersama Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan menyerahkan bantuan bagi korban gempa melalui Pemerintah Kota Kupang di Kantor Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Serah terima bantuan ini disaksikan oleh Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis (ketiga dari kiri). Dok. TEMPO

Perbesar

(Kedua dan ketiga dari kanan) Komisaris Utama TASPEN, Fary Djemy Francis bersama Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan menyerahkan bantuan bagi korban gempa melalui Pemerintah Kota Kupang di Kantor Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Serah terima bantuan ini disaksikan oleh Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis (ketiga dari kiri). Dok. TEMPO

INFO TEMPO - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. PT TASPEN (Persero) hadir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp 155 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan korban gempa yang masih berada di lokasi pengungsian.Bantuan tersebut diserahkan oleh Komisaris Utama TASPEN Fary Djemy Francis bersama Direktur Investasi TASPEN Rifki Isnaini Hassan kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah titik pengungsian di Kupang pada Selasa, 18 Agustus 2026.Sebanyak 400 paket bahan pokok dan berbagai kebutuhan penunjang disiapkan untuk membantu sekitar 450 jiwa yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Fary Djemy mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TASPEN kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana. “TASPEN Group turut berduka cita atas bencana yang terjadi dan dampaknya bagi masyarakat NTT,” ujarnya.Menurut dia, bantuan awalnya direncanakan diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada. Namun, akibat ada gempa susulan, penyaluran bantuan akhirnya dilakukan melalui Pemerintah Kota Kupang. Meski demikian, TASPEN Kantor Cabang Ende telah lebih dulu bergerak cepat ke Kabupaten Ngada untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat di lokasi pengungsian.Genset hingga 400 Paket Bahan PokokBantuan yang disalurkan TASPEN tidak hanya berupa kebutuhan pangan. Perusahaan juga memberikan sejumlah perlengkapan yang dinilai penting untuk menunjang kehidupan masyarakat selama berada di pengungsian.Rinciannya meliputi tujuh unit genset senilai Rp 70 juta untuk mendukung ketersediaan listrik, 25 unit terpal senilai Rp 25 juta sebagai perlindungan tempat tinggal sementara, serta 400 paket bahan pokok senilai Rp 60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, TASPEN turut menyalurkan obat-obatan guna membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak yang mengalami gangguan kesehatan selama masa tanggap darurat.Proses distribusi bantuan sempat menghadapi kendala transportasi sehingga penyaluran mengalami keterlambatan. Namun TASPEN telah berada di lokasi sejak Senin, 17 Agustus 2026, untuk melakukan koordinasi dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

(Kedua, ketiga, dan keempat dari kiri) Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, Komisaris Utama TASPEN Fary Djemy Francis, dan Direktur Investasi TASPEN Rifki Isnaini Hassan berfoto bersama setelah serah-terima bantuan bagi korban gempa melalui Pemerintah Kota Kupang di kantor Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur , Selasa, 18 Agustus 2026. Dok. TEMPO

Perhatikan 90.110 Peserta TASPEN di Wilayah Terdampak

Tak hanya masyarakat umum, TASPEN juga memberikan perhatian khusus kepada para peserta dan keluarganya yang berada di wilayah terdampak bencana. Saat ini tercatat sekitar 90.110 peserta pensiun dan peserta aktif TASPEN berada di wilayah terdampak. TASPEN memastikan para peserta tetap mendapat perlindungan dan manfaat sesuai dengan haknya di tengah kondisi bencana. Fary mengatakan komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya TASPEN untuk tetap hadir mendampingi peserta dan masyarakat dalam situasi darurat.Selain bantuan logistik, TASPEN menyerahkan bantuan kepada Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Nusa Tenggara Timur (Gekrafs NTT). Bantuan tersebut nantinya mendukung pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah terdampak untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat.“Selain memberi bantuan paket bahan pokok dan kebutuhan penunjang, TASPEN menyerahkan bantuan kepada Gekrafs NTT yang kemudian akan mengirimkan tenaga kesehatan ke lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan masyarakat,” kata Fary. TASPEN berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa di NTT. Sebagai center of excellence, TASPEN menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat dan perlindungan bagi peserta ataupun masyarakat. Komitmen itu sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat perlindungan sosial serta menghadirkan negara di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi bencana. (*)

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tempo

Bersama Menjaga Kualitas Jurnalisme

Kami percaya jurnalisme yang berkualitas lahir dari dialog yang terbuka antara penulis dan pembaca. Masukan Anda membantu kami menjaga akurasi, independensi, dan kualitas setiap karya jurnalistik.

 Penyambung Lidah Bung Karno

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

MULTIMEDIA

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online