Trump Akan Kurangi Pasukan AS di Jerman usai Kanselir Merz Sebut Amerika Dipermalukan Iran

9 hours ago 9

loading...

Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman usai berselisih dengan Kanselir Friedrich Merz soal perang Iran. Foto/DPA

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukan Amerika di Jerman.

Pernyataan Trump disampaikan pada hari Rabu, beberapa hari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Iran telah mempermalukan AS dalam perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan.

Trump sebelumnya telah mengkritik Jerman dan sekutu NATO lainnya karena tidak mengirimkan Angkatan Laut mereka untuk membantu Amerika membuka Selat Hormuz yang ditutup Iran.

Baca Juga: Tak Punya Strategi Keluar Perang, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Iran

“Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan yang akan dibuat dalam waktu dekat,” kata Trump, yang disampaikan di Truth Social, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (30/4/2026).

Seorang pejabat senior Gedung Putih pada awal bulan ini mengatakan kepada Reuters bahwa Trump telah membahas kemungkinan untuk menarik sebagian pasukan AS dari Eropa.

AS memiliki lebih dari 68.000 personel militer aktif yang ditempatkan secara permanen di pangkalan luar negerinya di Eropa pada Desember 2025, menurut data dari US Defense Manpower Data Center (DMDC).

Lebih dari setengahnya—sekitar 36.400—berbasis di Jerman. Itu hanya sebagian kecil dari 250.000 pasukan AS yang ditempatkan di sana pada tahun 1985, sebelum runtuhnya Tembok Berlin dan berakhirnya Perang Dingin.

Trump dan Merz Berselisih soal Perang Iran

Trump telah berselisih dengan Kanselir Merz mengenai perang AS-Israel terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Selasa, Trump mengatakan Merz tidak tahu apa yang dibicarakannya setelah pemimpin Jerman itu mengatakan bahwa Iran mempermalukan AS dalam perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online