Warga Bener Meriah Riang Meneriakkan "Hidup Prabowo" saat Satgas PRR Pastikan Jembatan Enang-Enang Dituntaskan

7 hours ago 8

INFO TEMPO – Warga Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto setelah pemerintah memastikan penanganan permanen Jembatan Enang-Enang.

Jembatan yang menjadi akses utama bagi 668 penduduk kampung itu dipastikan mendapat penguatan dan penanganan jangka panjang setelah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun langsung ke lokasi pada Selasa, 7 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Perwakilan warga Kampung Arul Cincin, Sahrial, mengatakan hasil peninjauan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada Jembatan Enang-Enang sebagai jalur penghubung utama.

Menurut dia, pemerintah hadir untuk memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas. "Pemerintah bekerja di sini demi kepentingan rakyat, bukan kepentingan siapa-siapa juga," ujar Sahrial yang duduk berdampingan dengan Kasatgas PRR Tito Karnavian saat pertemuan warga.

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian pastikan perkuatan struktur Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah guna utamakan keselamatan masyarakat, Selasa, 7 Juli 2026. Dok. Satgas PRR

Tito menjabarkan, pemerintah telah menyepakati tiga langkah utama dalam penanganan kawasan tersebut. Pertama, memperlebar sekaligus memperbaiki jalan alternatif melalui Simpang Werlah oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Kedua, membangun jembatan permanen baru sebagai solusi jangka panjang. Ketiga, memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat difungsikan secara terbatas selama masa transisi. "Biaya yang pemerintah kucurkan sampai Rp 100 miliar," ujar Tito.

Wajah Sahrial berbinar-binar mendengar keputusan itu. "Jalan Werlah ke Simpang Lancang akan diperlebar enam meter, kemudian diaspal, juga dibangun dua jembatan. Nilainya hampir Rp100 miliar. Alhamdulillah," Sahrial menekankan kembali agar semua warga Kampung Arul Cincin menyimak.

Tito kembali menjelaskan, kehadirannya yang cepat dan membawa tiga keputusan merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden. "Kami datang di sini atas perintah juga Pak Prabowo. Saya ditelepon langsung oleh Pak Seskab, Pak Teddy (Indra Wijaya), untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Mendagri.

Tito juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bergotong royong membangun jembatan agar aktivitas warga tetap berjalan. Namun, menurutnya, pemerintah berkewajiban menyempurnakan infrastruktur tersebut agar lebih kuat, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Bukan berarti pemerintah tidak peduli. Jembatan yang dibuat masyarakat sudah dirapikan, tetapi perlu disempurnakan lagi. Yang ini sudah ada kekuatan, tapi akan dimaksimalkan lagi. Demi keselamatan warga yang melintas" ujarnya.

Kepastian penanganan tersebut disambut antusias warga yang mengikuti dialog di lokasi. Di penghujung kegiatan, Sahrial mencium tangan Tito dan disambut gempita warga kampung berseru “Hidup Prabowo!" berulang kali. (*)

Video pertemuan warga lihat di tautan ini:

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online