Waspada Bun! 5 Kebiasaan Bangun Tidur Pagi Ini Bisa Merusak Otak

11 hours ago 16

Jakarta -

Siapa di sini yang terbiasa bangun pagi setiap harinya? Kebiasaan ini memang sering dikaitkan dengan tubuh dan pikiran yang terasa lebih fresh serta siap beraktivitas.

Namun tanpa disadari, ada kebiasaan setelah bangun tidur yang bisa berdampak buruk pada tubuh kita, lho. Bahkan, beberapa di antaranya bisa berpengaruh pada cara kerja otak dalam menjalani hari.

Seorang dokter psikologi sekaligus ahli neurosains asal Jerman, Patricia Schmidt, PsyD, menjelaskan bahwa kebiasaan di awal hari bisa menentukan suasana hati hingga fokus kita sepanjang hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Apa yang dilakukan (atau tidak lakukan) selama 60-90 menit pertama setelah bangun tidur akan memengaruhi suasana hati dan kinerja kognitif selama beberapa jam berikutnya," tulisnya, dikutip dari Your Tango.

Faktanya, banyak orang melakukan kebiasaan yang justru kurang baik bagi otak di pagi hari. Lalu, apa saja ya kebiasaan bangun tidur pagi yang berdampak negatif pada kondisi tubuh kita?

5 Kebiasaan di pagi hari setelah bangun tidur yang berdampak buruk pada otak

Mengutip dari laman Your Tango, berikut beberapa kebiasaan di pagi hari setelah bangun tidur yang bisa berdampak buruk pada kesehatan otak.

1. Langsung mengecek gadget di pagi hari

Bunda, kebiasaan langsung membuka gadget setelah bangun tidur rupanya sering dilakukan banyak orang. Bahkan, disebutkan sekitar 84 persen orang di Amerika Serikat langsung memeriksa gadget dalam 10 menit pertama setelah bangun.

Padahal, tubuh sedang berada pada fase awal penyesuaian hormon di pagi hari, termasuk peningkatan kortisol yang membantu kita siap menjalani kegiatan. Saat momen ini langsung diisi dengan gadget, seperti melihat media sosial atau pekerjaan, otak kita bisa langsung menerima 'beban' stres.

Hal ini membuat sistem tubuh kita yang seharusnya berjalan pelan-pelan jadi terganggu. Akibatnya, otak bisa lebih cepat lelah dan suasana hati ikut terpengaruh sejak pagi.

Karena itu, sebaiknya beri jeda sejenak sebelum menyentuh gadget setelah bangun tidur ya, Bunda. Biarkan tubuh beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi pagi.

2. Menghindari sinar matahari pagi

Tak sedikit orang yang langsung berada di dalam ruangan begitu bangun tidur, sehingga jarang terkena sinar matahari pagi. Padahal, cahaya di pagi hari bagus untuk tubuh dan otak kita, lho

Cahaya yang masuk ke mata membantu mengontrol ritme harian kita. Saat kita terkena sinar pagi, otak akan menerima sinyal untuk mulai "menyalakan" sistem tubuh secara perlahan.

Selain itu, paparan cahaya pagi juga menyeimbangkan hormon yang berhubungan dengan tidur dan suasana hati. Inilah yang membuat tubuh kita lebih segar di siang hari dan membantu tidur lebih nyenyak di malam hari.

Kalau Bunda kekurangan sinar matahari pagi, tubuh bisa terasa lebih mudah lelah dan kurang bersemangat. Karena itu, usahakan untuk terkena cahaya matahari sesaat setelah bangun tidur, meski hanya beberapa menit.

Bunda bisa berdiri di dekat jendela atau keluar rumah sebentar agar tubuh lebih siap menjalani hari.

3. Langsung sibuk bekerja begitu bangun tidur

Bunda, ada juga kebiasaan langsung membuka pekerjaan sesaat setelah bangun tidur agar pagi hari terasa lebih produktif. Sekilas mungkin tampak efisien ya, tapi sebenarnya tubuh kita masih dalam tahap penyesuaian.

Di kondisi ini, otak masih berada dalam fase 'belum sepenuhnya siap' untuk berpikir berat atau mengambil keputusan. Jadi, fokus dan daya pikir kita sebenarnya belum bekerja optimal seperti di siang hari.

Saat dipaksa langsung bekerja, otak bisa terasa lebih cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Padahal, otak perlu waktu untuk benar-benar "bangun" sebelum beraktivitas.

4. Sarapan dengan makanan yang terlalu manis

Selanjutnya, sarapan manis seperti roti dengan selai atau sereal bergula memang jadi pilihan karena praktis dan enak, setuju tidak, Bunda? Tetapi, kebiasaan ini sebenarnya memberi efek tidak bagus untuk tubuh dan otak.

Makanan tinggi gula membuat kadar gula darah naik cepat, lalu turun kembali dalam waktu singkat. Kondisi naik-turun ini bisa membuat energi jadi tidak stabil dan otak ikut terasa 'lemas'.

Karena otak membutuhkan energi yang seimbang untuk bekerja dengan baik, perubahan gula yang terlalu cepat bisa memengaruhi fokus dan konsentrasi Bunda. Akibatnya, tubuh bisa cepat lapar kembali dan mudah merasa lesu.

Sebagai alternatif, Bunda bisa memilih sarapan yang mengandung protein supaya energi bisa tahan lebih lama. Protein membantu otak bekerja lebih stabil sekaligus membuat tubuh lebih kenyang lebih lama.

5. Kurang minum air setelah bangun tidur

Siapa di sini yang begitu bangun tidur tidak langsung minum air putih? Perlu diketahui bahwa selama tidur di malam hari, tubuh kita akan kehilangan banyak cairan, Bunda

Kalau kebutuhan cairan tidak segera dipenuhi, otak bisa terasa lebih lambat bekerja dan konsentrasi jadi menurun. Tak hanya itu, suasana hati juga turut berubah menjadi kurang nyaman atau mudah lelah.

Ketika bangun tidur, sebaiknya Bunda langsung minum air putih agar tubuh kembali segar. Bahkan, satu gelas air sudah cukup membantu mengembalikan kondisi tubuh kita di pagi hari.

Itulah penjelasan tentang beberapa kebiasaan bangun tidur pagi yang bisa berdampak buruk pada otak. Sudahkah Bunda menerapkannya pagi ini?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online