Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu

11 hours ago 9

loading...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkunjung ke Prancis. Foto/Sekretariat Negara RI

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto Djojohadikusumo kembali melakukan kunjungan ke Prancis, yang menurut pemerintah, untuk memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron sejak tahun lalu.

Lawatan Prabowo terjadi di tengah rivalitas Amerika Serikat–China, perang dagang global, krisis energi, hingga perebutan investasi asing. Prabowo bukan satu-satunya pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang kerap lawatan ke luar negeri, yang kini dikenal sebagai tren “diplomasi keliling dunia”.

Baca Juga: Prabowo Kunjungi Prancis saat Iduladha, Menlu Sugiono: Undangan dari Presiden Macron yang Sempat Tertunda

Jika dulu kepala negara ASEAN lebih banyak fokus pada agenda domestik, maka sepanjang 2025–2026 justru muncul fenomena baru: pemimpin ASEAN yang hampir tak pernah lama berada di negaranya sendiri karena terus menghadiri forum internasional, lawatan bilateral, hingga diplomasi ekonomi lintas benua. Namun, siapa yang paling sering bepergian ke luar negeri?


1. Presiden RI Prabowo Subianto

•Tahun 2025: sekitar 35 kunjungan internasional
•Januari–Mei 2026: sekitar 10–12 kunjungan
•Total periode 2025–Mei 2026: sekitar 47-49 lawatan luar negeri

Prabowo menjadi pemimpin ASEAN yang paling sering lawatan ke luar negeri, terutama sepanjang 2025 lalu. Setidaknya, sudah 29 negara dikunjungi Prabowo sejak awal masa kepresidenannya.

Beberapa negara yang berulang kali dikunjungi antara lain Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, Inggris, Prancis, Mesir, Qatar, Arab Saudi, dan Korea Selatan.

Ada tiga faktor utama di balik lawatan Prabowo ke luar negeri:

1. Diplomasi investasi
Prabowo agresif mencari investasi industri, energi, pangan, dan pertahanan.

2. Ambisi geopolitik Indonesia
Indonesia mulai lebih aktif di BRICS, G20, dan Indo-Pasifik.

3. Diplomasi personal
Prabowo dikenal sangat mengandalkan hubungan langsung antarpemimpin dunia. Bahkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menyebut Prabowo berpotensi menjadi “foreign policy president”.

2. PM Malaysia Anwar Ibrahim

•Tahun 2025: sekitar 20–25 lawatan internasional
•Januari–Mei 2026: sekitar 6–8 lawatan
•Total periode 2025–Mei 2026: sekitar 26–33 perjalanan

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim termasuk pemimpin ASEAN paling aktif setelah Prabowo.

Pada 2025, Malaysia menjadi Ketua ASEAN sehingga aktivitas luar negerinya melonjak drastis. Dia rutin menghadiri KTT ASEAN, BRICS, Shangri-La Dialogue, forum ekonomi global, hingga kunjungan bilateral ke Eropa, Timur Tengah, China, dan Brasil.

Berbeda dengan Prabowo yang sangat geopolitik dan strategis, Anwar lebih fokus pada masalah investasi, semikonduktor, AI, energi, dan perdagangan internasional.

Reuters melaporkan Malaysia sedang berupaya menjadi pusat semikonduktor dan energi Asia, sehingga Anwar aktif berburu investor global.

3. PM Singapura Lawrence Wong

•Tahun 2025: sekitar 15–18 lawatan
•Januari–Mei 2026: sekitar 4–5 lawatan
•Total periode 2025–Mei 2026: sekitar 19–23 perjalanan

Sebagai pemimpin baru Singapura, PM Lawrence Wong melanjutkan tradisi diplomasi agresif Singapura.

Dia aktif menghadiri G20, APEC, ASEAN, Commonwealth Summit, forum investasi global, dan kunjungan bilateral ke India, Australia, Selandia Baru, hingga Timur Tengah.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online