Gaduh Desil 9 dan 10, Siapa Sebenarnya Kelompok Kaya RI?

13 hours ago 5

loading...

Pemerintah mematangkan mekanisme pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite khusus untuk kelompok masyarakat mampu. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Penetapan desil 9 dan 10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan menjadi perhatian masyarakat karena sejumlah rumah tangga mengaku masuk kelompok kesejahteraan tertinggi meski kondisi ekonominya tidak selalu mencerminkan kelompok kaya. Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa desil merupakan pemeringkatan relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak yang menentukan seseorang tergolong kaya atau miskin.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melalui keterangan resmi dikutip pada Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Gaduh Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Bahlil: Desil 9-10 Itu Seperti Saya

Dalam DTSEN, keluarga dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

BPS menjelaskan penentuan desil tidak hanya mengacu pada penghasilan. Pengelompokan dilakukan menggunakan pendekatan statistik Proxy Means Test (PMT) dengan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, seperti kondisi rumah, sumber air bersih, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta keberadaan anggota keluarga penyandang disabilitas.

Artinya, rumah tangga yang berada di desil 9 atau 10 tidak serta-merta dapat disebut sebagai kelompok masyarakat kaya dalam pengertian sehari-hari. Posisi tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan kombinasi indikator yang digunakan, tingkat kesejahteraan rumah tangga tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok keluarga lainnya dalam basis data.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online