Gus Ipul Soroti Dampak Sekolah Rakyat bagi Siswa SRMA Makassar

7 hours ago 2

INFO TEMPO - Program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil nyata setelah berjalan lebih dari sembilan bulan sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut para siswa kini tumbuh lebih percaya diri, disiplin, serta memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar, Sabtu, 18 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul melihat langsung perkembangan siswa yang dinilai semakin matang baik dari sisi akademik maupun karakter.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Siswa mulai lebih percaya diri, sudah memiliki minat dan tekad di bidang tertentu. Lebih penting lagi, mereka memiliki kesadaran untuk memanfaatkan kesempatan agar menjadi siswa berilmu, berkarakter, dan pintar,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, para lulusan Sekolah Rakyat akan terus didampingi hingga mampu melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terhadap program prioritas tersebut.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar muncul pada masa awal pelaksanaan, khususnya saat siswa dan guru beradaptasi dengan sistem sekolah berasrama. Namun setelah memasuki bulan kedua dan ketiga, ritme pembelajaran mulai terbentuk dan berjalan optimal.

“Mulai terbangun kedisiplinan siswa untuk bangun pagi dan mengikuti jadwal yang padat hingga malam hari. Itu memang membutuhkan proses,” katanya.

Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan terpadu, di mana pagi hari difokuskan pada pembelajaran formal berbasis learning management system (LMS), sementara sore hingga malam hari diarahkan pada pembinaan karakter melalui pendampingan wali asrama dan wali asuh.

“Kita ingin anak-anak memiliki karakter kuat, religius, cinta sesama, cinta ilmu, serta sadar bahwa mereka adalah generasi yang akan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” lanjutnya.

Program ini menyasar siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk mereka yang sempat putus sekolah. Karena itu, Sekolah Rakyat menjadi jalur transformasi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun Indonesia,” tegasnya.

Kepala SRMA 26, Andi Ernawati, mengungkapkan perubahan signifikan pada siswa. Mereka yang sebelumnya kurang percaya diri kini berani tampil di depan umum.

Salah satu siswa, Ibrahim Ramadan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program ini. Ia kini lebih rajin belajar dan tengah mempersiapkan diri mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026 untuk kategori tari kreasi.

Selain itu, sejumlah siswa lainnya juga mengikuti berbagai kompetisi nasional, termasuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026, menunjukkan peningkatan kualitas akademik dan non-akademik.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga meninjau fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga asrama siswa. Ia bahkan menyempatkan makan siang bersama siswa serta menyaksikan demonstrasi pembelajaran menggunakan papan tulis digital.

SRMA 26 Makassar berdiri di atas lahan seluas 6.840 meter persegi dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk laboratorium, masjid, aula, hingga sarana olahraga. Saat ini, sekolah tersebut menampung 141 siswa yang didukung puluhan tenaga pendidik dan pengasuh.

Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat dengan target menjangkau lebih dari 30 ribu siswa pada tahun ini. Jika tercapai, total penerima manfaat diproyeksikan melampaui 46 ribu siswa pada 2026 dan meningkat menjadi lebih dari 100 ribu siswa pada tahun berikutnya.(*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online