PSI Menilai Pernyataan Jusuf Kalla tentang Jokowi Terlalu Emosional

4 hours ago 1

KETUA Dewan Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai pernyataan Jusuf Kalla soal Joko Widodo terlalu emosional. Sebelumnya, JK mengatakan Jokowi menjadi presiden berkat bantuannya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ahmad Ali enggan membenarkan atau menyalahkan pernyataan beliau. Ia menyebut pernyataan itu tidak tepat karena Jusuf Kalla maupun Jokowi saat itu merupakan pasangan calon dan masing-masing punya kontribusi dalam pemenangan pemilihan presiden.

“Pak JK (Jusuf Kalla) kan sebagai kakak saya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tetapi tidak tepat juga kalau kemudian Pak JK mengklaim dirinya yang kemudian membuat Jokowi bisa menang. Itu juga terlalu emosional menurut saya. Karena kerja itu kerja berpasangan kan?,” kata Ahmad Ali saat dihubungi Tempo, Ahad, 19 April 2026.

Ahmad Ali juga menepis tuduhan bahwa Jokowi sosok di balik pelaporan terhadap Jusuf Kalla ke kepolisian ihwal dugaan penistaan agama. Ia juga mengatakan tidak ada hubungan PSI dengan pelaporan terhadap Jusuf Kalla. “Saya bisa pastikan 1000% Pak Jokowi tidak terlibat di urusan ini. Saya pastikan 1000% bahwa PSI tidak menjadi bagian daripada urusan ini,” ujarnya. 

Pernyataan Jusuf Kalla muncul saat namanya terseret polemik ijazah palsu Jokowi. Ia dituduh Rismon Hasiholan Sianipar memberikan Rp 5 miliar kepada Roy Suryo dan kawan-kawan terkait dengan serangan soal ijazah terhadap Jokowi.

Di samping itu, Jusuf Kalla juga dilaporkan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang diketuai oleh Sahat Martin Philip Sinurat. Sahat merupakan seorang kader PSI. 

PSI merupakan partai yang identik dekat dengan Jokowi. Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, merupakan ketua umum partai berlambang gajah tersebut. Nama Jokowi bahkan disebut-sebut bakal mengisi posisi ketua dewan pembina PSI. 

Dalam konferensi pers kemarin, Jusuf Kalla meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi. 

JK mengingatkan kembali peran vitalnya dalam membawa Jokowi ke kancah politik nasional. "Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa gubernur mana bisa jadi presiden," kata JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

JK juga mempertanyakan keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusung Jokowi. Dia menceritakan pengalamannya ketika diminta Mega mendampingi Joko Widodo di pemilihan presiden 2014.

Menurut JK, Jokowi belum cukup berpengalaman untuk ditugaskan sebagai kepala negara.

"Baru dua tahun menjadi Gubernur (Jakarta)," kata Kalla saat konferensi pers di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026.

JK sempat mengimbau kepada ketua umum partai banteng itu untuk mempertimbangkan ulang pencalonan Mantan Wali Kota Solo tersebut. "Belum cukup pengalaman, nanti rusak negeri ini," ujar wakil presiden periode ke-10 dan ke-12 ini.

Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online