KEMENTERIAN Pertahanan menyatakan rencana penambahan pembelian 24 unit pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis masih sebatas kajian dan belum menjadi keputusan pemerintah.
Apabila opsi ini terealisasi, pembelian 24 unit Rafale akan menambah pesanan 42 unit menjadi 66 unit yang sebelumnya diteken Presiden Prabowo Subianto kala menjabat Menteri Pertahanan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Hingga saat ini belum ada keputusan terkait penambahan jumlah pesawat tempur Dassault Rafale di luar kontrak yang sudah ada,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, kepada Tempo, Ahad, 19 April 2026.
Rico mengatakan pemerintah Indonesia terus berkomunikasi terkait kerja sama pembelian jet tempur Rafale ini sebagai bagian dari kontrak pembelian. Namun komunikasi ini belum mengarah pada kontrak baru.
Menurut Rico, opsi menambah Rafale sebagai alutsista TNI mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan operasional TNI, kesiapan sistem pendukung, serta kemampuan anggaran negara.
Rencana penambahan pembelian 24 unit Rafale sudah mencuat sejak tahun lalu. Namun belakangan kabar ini kembali muncul media Prancis La Tribune menulis tentang rencana penambahan unit.
Dalam akun Instagram kelompok think thank militer Indonesia Strategic and Defence Studies atau ISDS, @isds.indonesia, La Tribune mengatakan Indonesia berencana menambah pembelian tersebut setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emanuel Macron.
La Tribune sempat membuat analisis, pertemuan Macron dan Prabowo membahas penjualan baru jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation. Penjualan itu antara 18 dan 24 unit Rafale di luar kontrak 42 unit. Namun La Tribune menyatakan rencana itu bergantung pada kemampuan Indonesia untuk membiayai transaksi baru tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyampaikan sebanyak 3 unit jet tempur Rafale bakal kembali tiba di Indonesia pada pertengahan tahun ini. Tiga unit pesawat tempur tersebut merupakan gelombang kedua dari total 42 unit jet Rafale yang dibeli Indonesia dari Dassault Aviation Prancis.
Dengan penambahan tersebut, TNI kini memiliki 6 jet tempur. Rico Sirait mengatakan sisanya akan dikirim secara bertahap sesuai kontrak dan kesiapan teknis kedua pihak.
“Batch kedua ini kemungkinan tiga, jadi baru enam. Demikian seterusnya sampai beberapa periode ke depan,” kata dia saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 25 Februari 2026.
Menurut rencana, kata Rico, pesawat baru tersebut akan diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun ia belum memastikan kapan agenda itu terselenggara. “Kita tunggu tanggal mainnya,” ucap Rico.
Pembelian jet tempur Rafale merupakan satu dari lima kerja sama baru di bidang pertahanan yang disepakati antara Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly dan Prabowo yang saat itu masih menjadi menteri pertahanan pada Kamis, 10 Februari 2022.
Kesepakatan itu kemudian terwujud untuk pertama kalinya dengan pengiriman 3 unit pesawat tempur Rafale pada 27 Januari 2026 lalu. Kedatangan Rafale ini menambah jajaran pesawat tempur TNI AU yang sebelumnya telah diisi oleh T-80, Hawk 100/200, Sukhoi Su-30, dan F-16.
Menurut lembaga intelejen pertahanan, Janes, nilai kontrak tersebut sekitar US$ 6,5 miliar atau setara dengan Rp 93 triliun. Situsweb Aero Time menempatkan Rafale sebagai jet tempur termahal ketiga setelah Eurofighter Typhoon, F-35B, serta F-35C.
Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
.png)














































