Hasil TKA 2026 Dirilis, Nilai Matematika Siswa SD-SMP Jeblok

7 hours ago 11

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah resmi merilis hasil tes kemampuan akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs pada Senin, 26 Mei 2026. Dari hasil nasional, capaian mata pelajaran Matematika tercatat masih lebih rendah dibandingkan Bahasa Indonesia di kedua jenjang pendidikan tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan data Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), rerata nilai Bahasa Indonesia siswa SD/MI mencapai 60,14, sedangkan Matematika hanya 43,41. Adapun pada jenjang SMP/MTs, rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34.

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil TKA menjadi sinyal penting bahwa kemampuan bernalar, logika matematika, dan pemecahan masalah siswa masih perlu diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” kata Toni dalam keterangan tertulis pzcz Senin, 26 Mei 2026.

Kemendikdasmen mencatat tingkat partisipasi TKA tahun ini mencapai 98,12 persen pada jadwal utama. Dari total 8.875.362 siswa yang terdaftar, sebanyak 8.708.891 mengikuti asesmen sesuai jadwal. Sedangkan pada jadwal susulan, sebanyak 463.533 siswa mengikuti TKA dari total 490.551 peserta terdaftar.

Toni mengatakan TKA menghasilkan big data pendidikan nasional yang dapat dipetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, sekolah, hingga kategori kompetensi peserta didik. Menurut dia, data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data,” ujar Toni.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati mengatakan tingginya partisipasi TKA menunjukkan meningkatnya kesadaran sekolah, orang tua, dan siswa terhadap pentingnya asesmen pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem penskoran klasik dengan rentang nilai 0–100. Seluruh soal terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan validasi statistik sebelum hasil diumumkan.

Selain menampilkan angka, hasil TKA juga disertai kategori capaian dan deskripsi kemampuan siswa. Menurut Rahmawati, pendekatan tersebut dimaksudkan agar TKA dapat menjadi alat refleksi pembelajaran, bukan sekadar penilaian angka.

“Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat,” kata Rahmawati.

Kemendikdasmen menegaskan TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label kepada sekolah, daerah, maupun siswa. Hasil TKA juga akan digunakan sebagai salah satu komponen penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi bersama nilai rapor dan capaian lainnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha mengatakan integrasi hasil TKA dengan sistem penerimaan siswa baru dilakukan melalui API dan web service agar proses seleksi lebih objektif dan transparan.

“Pemanfaatan TKA dalam SPMB diharapkan membuat proses seleksi berlangsung lebih objektif, adil, transparan, dan mempertimbangkan kemampuan akademik peserta didik secara lebih komprehensif,” ujar Yudhistira.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online