Indosat Perpanjang Jabatan Vikram Sinha, Percepat Transformasi AI

5 hours ago 6

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) mengumumkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai President Director and Chief Executive Officer selama lima tahun ke depan.

Keputusan yang diumumkan pada 6 Juli 2026 tersebut akan diformalkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang sebagai bagian dari upaya perusahaan mempercepat transformasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) melalui strategi AI North Star.

Perpanjangan masa jabatan tersebut merupakan keputusan Dewan Komisaris Indosat yang menilai kepemimpinan Vikram Sinha berhasil membawa perusahaan melewati fase transformasi pascamerger pada 2022.

Dalam periode tersebut, Indosat menyatakan telah berkembang menjadi perusahaan yang lebih kuat dan siap memasuki tahap berikutnya dengan fokus membangun ekosistem AI nasional, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

President Commissioner Indosat Ooredoo Hutchison, Nezar Patria, mengatakan bahwa Dewan Komisaris melihat konsistensi kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan transformasi perusahaan.

Menurutnya, persetujuan memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha mencerminkan keyakinan terhadap kemampuan jajaran manajemen dalam memperluas pengembangan sovereign AI sekaligus mewujudkan target pertumbuhan EBITDA perusahaan dalam jangka panjang.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Memasuki fase transformasi berikutnya, Indosat menempatkan AI sebagai fondasi utama strategi bisnis.

Melalui AI North Star, perusahaan berupaya memperdalam hubungan dengan pelanggan (Customer Love), membangun ekosistem sovereign AI Indonesia, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan baru di luar bisnis telekomunikasi konvensional.

Dewan Komisaris juga menyatakan dukungannya terhadap ambisi perusahaan untuk menggandakan EBITDA.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang didorong oleh transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis AI.

Saat ini, teknologi kecerdasan artifisial telah diterapkan pada berbagai proses operasional Indosat.

Perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan keandalan jaringan, efisiensi penggunaan belanja modal, produktivitas operasional, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui kemampuan AI-powered hyper-personalization.

Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan layanan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing pelanggan secara lebih relevan.

Transformasi Indosat juga diarahkan menuju posisi sebagai AI TechCo, yaitu perusahaan teknologi berbasis AI yang tidak hanya menyediakan layanan konektivitas, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan digital baru.

Fokus pengembangan tersebut mencakup sovereign AI, layanan cloud, keamanan siber, serta digitalisasi perusahaan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Indosat mengembangkan sejumlah inisiatif seperti Sahabat-AI, NeoCloud, dan layanan GPU Cloud.

Perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan NVIDIA untuk membangun infrastruktur komputasi AI yang mendukung pengembangan teknologi di Indonesia.

Selain itu, Indosat tengah mengembangkan distributed AI Grid yang memanfaatkan jaringan telekomunikasi nasional serta infrastruktur pusat data yang dimiliki perusahaan.

Model ini dirancang agar kapasitas komputasi AI dapat diakses lebih dekat oleh pengembang aplikasi, pelaku usaha, institusi pemerintah, maupun organisasi lain di berbagai wilayah Indonesia.

Implementasi AI tersebut mulai menghasilkan sejumlah layanan yang langsung dirasakan pengguna.

Salah satunya adalah Sahabat-AI yang dikembangkan sebagai platform AI terbuka dengan kemampuan memahami bahasa dan konteks budaya Indonesia.

Pendekatan ini ditujukan agar teknologi AI dapat digunakan secara lebih relevan oleh masyarakat maupun pelaku usaha lokal.

Di sisi perlindungan pelanggan, Indosat juga mengembangkan fitur AI-powered Anti-Spam dan Scam.

Berdasarkan keterangan perusahaan, sistem tersebut mampu mendeteksi indikasi penipuan melalui layanan SMS maupun panggilan suara dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan komunikasi digital pelanggan di tengah meningkatnya ancaman penipuan berbasis telekomunikasi.

Pengembangan AI juga dilakukan melalui berbagai kemitraan strategis dengan sektor publik dan swasta.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada perluasan akses teknologi AI, pengembangan talenta digital, hingga program kewirausahaan berbasis teknologi untuk mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi digital nasional.

Menurut Indosat, langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam membangun kapasitas AI secara mandiri melalui pengembangan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kolaborasi industri.

Perusahaan memandang AI tidak hanya sebagai teknologi pendukung operasional, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan baru yang akan memperkuat daya saing bisnis sekaligus mendukung transformasi digital nasional.

Dengan perpanjangan kepemimpinan Vikram Sinha, Indosat menegaskan komitmennya untuk melanjutkan strategi AI North Star sebagai arah utama transformasi perusahaan.

Fokus tersebut mencakup pengembangan layanan AI, perluasan infrastruktur digital, peningkatan kualitas pengalaman pelanggan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan ekosistem digital Indonesia.

Baca Juga: Indosat dan Arsari Perkuat Infrastruktur Fiber Nasional Melalui IFT

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online