Jelang Idul Adha, Andi Harun Perkuat Benteng Stabilitas Harga dengan Strategi 4K

10 hours ago 5

INFO NASIONAL - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemerintah Kota Samarinda memperkuat langkah antisipasi pengendalian inflasi melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda, di Ballroom Arutala Bapperida Kota Samarinda, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun, didampingi Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Hadir juga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, Kepala BPS Kota Samarinda, Satgas Pangan, jajaran perangkat daerah, Forkopimda, camat, lurah, hingga undangan lainnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

HLM TPID digelar sebagai langkah konsolidasi menghadapi potensi gejolak harga menjelang Iduladha, sekaligus menjelang pelaksanaan sidak pasar yang dijadwalkan pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam laporannya, Kabag Perekonomian Setkot Samarinda, Nadya Turisna, mengatakan, kondisi inflasi Kota Samarinda hingga saat ini masih dalam kategori relatif terkendali.

Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Murah (OPM), serta kerja sama bersama mitra strategis dengan dukungan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. Adapun, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, memaparkan bahwa inflasi Kalimantan Timur pada April 2026 secara year on year (y-on-y) berada di angka 2,5 persen dan month to month (m-to-m) sebesar 0,11 persen.

Berdasarkan data, kelompok transportasi masih menjadi penyumbang utama inflasi IHK kabupaten/kota di Kaltim. Selain itu, BI Kaltim juga mencatat kenaikan harga minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara sebesar 0,5 persen pada pekan kedua Mei 2026.

Bayuadi juga memperkenalkan aplikasi Mandau Kaltim sebagai alat pengendalian inflasi daerah yang memuat peta neraca pangan, peta harga pangan, hingga prakiraan inflasi. Dia pun mengapresiasi penyusunan timeline dan strategi laporan TPID 2027, meski menurutnya masih terdapat ruang penyempurnaan dari sisi kelengkapan data.

Karena itu, penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas harga daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan rasa syukur karena secara umum kondisi inflasi di Kota Samarinda masih relatif aman dan terkendali.

Inflasi Kota Samarinda tercatat berada di angka 2,92 persen atau sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Kalimantan Timur. Namun demikian, Andi Harun mengingatkan bahwa istilah “aman” harus diterjemahkan secara terukur melalui data dan angka yang akurat.

“Forum ini amat penting karena membicarakan angka inflasi. Kalau berhasil dikendalikan, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. The economy is number about opinion,” ujar Andi Harun.

Dia menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya bergerak ketika inflasi sudah terjadi. Menurut dia, data harus mampu menjadi alat deteksi dini agar pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat sebelum terjadi gejolak harga di lapangan.

Komoditas yang menjadi perhatian di antaranya transportasi, minyak goreng, cabai merah, hingga angkutan udara, terutama setelah adanya kebijakan tambahan biaya maskapai penerbangan kelas ekonomi yang berpotensi memengaruhi harga. Menghadapi kondisi tersebut, Andi Harun menekankan strategi 4K sebagai langkah utama pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Dia meminta seluruh pihak memastikan pasokan tetap aman melalui penguatan koordinasi bersama distributor, Bulog, Satgas Pangan, hingga aparat pengawas lainnya. Pemerintah juga diminta sigap mengantisipasi hambatan distribusi akibat cuaca, ombak besar, kenaikan ongkos angkut, hingga potensi panic buying di masyarakat.

“Tidak selamanya operasi pasar dilakukan setelah inflasi terjadi. Begitu monitor data menunjukkan potensi kenaikan harga, kita harus bergerak cepat,” ucapnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Andi Harun juga menekankan pentingnya menjaga iklim usaha tetap sehat agar pengendalian inflasi tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah. Andi Harun pun menekankan pentingnya komunikasi efektif dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kunci terakhir adalah komunikasi efektif, perkuat terus dan perkokoh terus. Karena tidak ada orang yang bisa mencapai sukses sendiri. Semua dibangun atas dasar kerja sama, kolaborasi, dan sinergi yang konkret,” kata dia. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online