TNI Berangkatkan 744 Prajurit Kontingen Garuda ke Libanon

11 hours ago 8

SEBANYAK 744 tentara nasional Indonesia (TNI) diberangkatkan ke Libanon untuk bergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Interim Force in Libanon (UNIFIL) pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemberangkatan Pasukan Satuan Tugas Kontingen Garuda itu dibuka dengan upacara Pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. 

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana mengatakan dalam pembekalan tersebut, Agus menyampaikan bahwa keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia. 

Agus juga menekankan agar seluruh personel menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas di daerah misi. “Mematuhi standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan,” kata Nyoman Suadnyana dalam keterangan tertulis pada Jumat.

Adapun 744 personel yang diberangkatkan ke daerah misi di Libanon hari ini merupakan gabungan dari tiga matra. Antara lain sebanyak 571 prajurit Angkatan Darat, lalu 79 personel dari TNI Angkatan Laut, 63 personel dari Angkatan Udara, serta 31 personel dikirim dari Markas Besar TNI. 

Sebelumnya, partisipasi tentara Indonesia dalam misi UNIFIL sempat disorot usai tiga prajurit TNI gugur dalam peperangan antara Israel dan Hizbullah yang memuncak pada akhir Maret 2026 lalu. Sejumlah pihak sempat mengusulkan opsi penarikan pasukan akibat risiko keamanan yang kian meningkat. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo mengatakan kehadiran militer Indonesia di Libanon merupakan bagian dari komitmen dalam misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB, sehingga tidak bisa diputuskan secara sepihak untuk keluar dari pasukan. 

Kendati demikian, ia memastikan bahwa pengiriman pasukan ini dilakukan seiring dengan evaluasi atas peningkatan risiko penugasan pasukan perdamaian di Libanon. Dia mengatakan aspek keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap pengiriman dan rotasi pasukan.

“Pascainsiden sebelumnya, langkah mitigasi terus diperkuat melalui peningkatan kewaspadaan, evaluasi SOP, dan koordinasi lebih intensif dengan komando UNIFIL ataupun negara kontributor pasukan lainnya,” kata Rico pada Kamis, 14 Mei 2026. 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online