Mensos Tinjau Kesiapan STIP Jakarta untuk Sekolah Rakyat

11 hours ago 4

INFO TEMPO - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung kesiapan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat rintisan. Kunjungan ini difokuskan pada identifikasi kondisi bangunan serta perumusan rekomendasi perbaikan agar segera dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul didampingi Dirjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto, serta Ketua STIP Tri Cahyadi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan pemaparan tim teknis, dari total 56 bangunan di kawasan STIP, terdapat empat bangunan dan dua fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan untuk Sekolah Rakyat. Empat bangunan tersebut berada di Asrama Taruna E, Taruna J, Wisma Bahari II, dan Nautika, yang didukung dua lapangan tenis serta dua lapangan sepak bola.

“Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar,” ujar Bisma.

Hasil survei menunjukkan bahwa kondisi struktur bangunan di STIP masih sangat layak. Tidak ditemukan kerusakan pada fondasi, kolom, balok, maupun atap. Dari sisi arsitektur, hanya diperlukan perbaikan ringan seperti plesteran, pintu, dan jendela, serta penggantian beberapa komponen minor. Sementara dari sisi utilitas, perbaikan difokuskan pada penggantian lampu yang tidak berfungsi.

Dengan kondisi tersebut, perbaikan diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. “Kami optimistis akhir April seluruh perbaikan bisa dituntaskan dan gedung siap digunakan pada awal Mei,” jelas Bisma.

Selain STIP, pemerintah juga menyiapkan lokasi lain, termasuk kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan kondisi bangunan yang relatif serupa dan kapasitas sekitar 100 siswa.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pelaksanaan di 166 titik sebelumnya, siswa mengalami peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan, sementara guru semakin adaptif dalam memahami kebutuhan belajar siswa dari berbagai latar belakang.

“Selama lebih dari sembilan bulan berjalan, hasilnya cukup menggembirakan. Siswa mulai berkembang, dan para guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik,” ujar Gus Ipul, Ahad, 19 April 2026.

Menindaklanjuti arahan Presiden, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat tahun ini. Jika sebelumnya mampu menampung hampir 16.000 siswa, kini ditargetkan lebih dari 30.000 siswa dapat terlayani melalui penambahan sekolah rintisan di berbagai lokasi.

Khusus wilayah Jakarta dan sekitarnya, telah ditetapkan 10 titik sekolah rintisan, termasuk di STIP. Secara keseluruhan, lokasi tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.

Gus Ipul menegaskan bahwa seleksi siswa dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tanpa pendaftaran terbuka. Penjangkauan dilakukan langsung ke keluarga sasaran agar bantuan tepat sasaran.

“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga memastikan kendala di lapangan relatif minim, hanya memerlukan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan. Pemerintah optimistis seluruh persiapan dapat rampung akhir April sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada awal Mei.(*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online