Polres Tolikara Terjunkan Brimob Usai Kericuhan di Bokondini

5 hours ago 4

KEPOLISIAN Resor Tolikara menerjunkan personel dari Korps Brigade Mobil ke Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Pada 14 April lalu, terjadi kericuhan di Tolikara yang menyebabkan tewasnya seorang warga sipil.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Polres Tolikara Komisaris Roberth Hitipeuw mengatakan pelibatan personel Brimob di Bokondini dilakukan dalam rangka membantu personel menjaga situasi dan kondisi di wilayah tersebut agar tetap aman.

"Back up Brimob dari Wamena ada 30 personel untuk bantu menjaga keamanan," kata Roberth melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 17 April 2026.

Ia menuturkan, tiga hari usai kericuhan terjadi, situasi di Distrik Bokondini, khususnya di Kampung Mairini berangsur aman dan kondusif. "Kami tetap stand by untuk memastikan tidak ada kericuhan berulang," ujar Roberth.

Sebelumnya, seorang warga dari Kampung Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan tewas tertembak usai terjadi kericuhan di Distrik Bokondini pada Selasa, 14 April 2026.

Staf Dewan Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Eneko Bahabol, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, warga atas nama Elky Wunungga itu tewas tertembak di tempat kejadian perkara.

"Penembakan diduga dilakukan aparat dari Kepolisian Sektor Bokondini," kata Eneko melalui pesan WhatsApp, Rabu, 15 April 2026.

Sebelum insiden penembakan, kata dia, terjadi kericuhan antarwarga di Bokondini yang tengah melakukan prosesi pemakaman adat. Kericuhan meluas ketika masing-masing warga berbalas aksi lempar batu.

Tak lama berselang, kata dia, anggota Polsek Bokondini tiba di lokasi kericuhan. Namun, tanpa melakukan dialog, kepolisian membubarkan warga dengan langsung menembakkan senapan ke arah kerumunan.

Roberth membantah jika personelnya disebut melakukan penembakan ke arah kerumunan. Ia mengatakan, setibanya di lokasi, personel berupaya melerai pertikaian antarwarga melalui upaya persuasif. 

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Warga kata dia, justru menyerang balik personel yang kala itu hanya berjumlah 8 orang. "Tembakan peringatan yang dilakukan anggota di arahkan ke udara, bukan ke arah kerumunan," ucapnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online