PRESIDEN Prabowo Subianto membela keputusannya melibatkan polisi dan tentara dalam sektor pertanian. Ia meminta keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI atau Polri tidak dipermasalahkan.
Ketua Umum Partai Gerindra ini meminta masyarakat agar tak mempertanyakan kebijakannya tersebut. "Sudah enggak usah terlalu, 'Apa lah ini? Prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah? Kenapa polisi ikut tanam jagung?'," kata Prabowo dalam panen raya bersama TNI di Landasan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur pada Jumat, 17 Juli 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Prabowo, ia melibatkan TNI dan Polri dalam sektor pertanian demi ketahanan pangan Indonesia. Ia berujar polisi dan tentara harus berperan menyelesaikan masalah rakyat, termasuk soal pangan.
Ia berujar aparat di Indonesia tak bisa dibandingkan dengan polisi atau tentara di negara lain. Di Indonesia, kata dia, TNI dan Polri adalah milik rakyat. "Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Kalau di negara lain itu urusan kau," ucapnya.
Mantan menteri pertahanan juga meminta agar pihak luar tak usah terlalu banyak mengomentari kebijakan TNI dan Polri di Indonesia. "Enggak usah terlalu banyak urusan kita deh, boleh enggak? Lu juga enggak kasihan sama kita," kata dia.
Prabowo memulai panen raya tebu, kedelai, dan padi, secara serentak di 43 titik di seluruh wilayah Indonesia pada Jumat pekan ini. Kegiatan panen raya adalah bagian dari program ketahanan pangan pemerintah yang melibatkan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Dalam sambutannya, Prabowo mengucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi yang dilaksanakan oleh TNI. Bagi Prabowo, kegiatan hari ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.
“Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan para petani harus hidup sejahtera dengan pendapatan tinggi. Pensiunan jenderal Angkatan Darat itu menilai pada dasarnya, petani dan nelayan adalah pahlawan yang membantu menyediakan pangan pokok bagi rakyat. “Terima kasih petani, nelayan Indonesia. Kau adalah pahlawan yang sebenarnya. Kau menghasilkan pangan untuk kita semua,” tutur Prabowo.
.png)

















































