Bola.com, Jakarta - Thailand dan Vietnam kembali membuktikan sebagai penguasa sepak bola Asia Tenggara. Kedua negara sama-sama tercatat tiga kali tampil di final dalam empat edisi terakhir dan kini kembali melanjutkan kiprah di Piala AFF 2026.
Thailand memastikan tiket setelah menyingkirkan Singapura dengan agregat 4-3. Thailand menang 3-1 pada leg pertama, tetapi kalah 1-2 pada leg kedua.
Sementara itu, Vietnam tampil lebih meyakinkan dengan menyingkirkan Malaysia 4-0 secara agregat. Vietnam menang 2-0 pada kedua leg, dengan Nguyen Xuan Son mencetak tiga dari empat gol timnya.
Dengan materi pemain lokal dan naturalisasi, Thailand dan Vietnam menunjukkan konsistensi mereka di panggung ASEAN.
Thailand menjadi juara Piala AFF 2022 setelah mengalahkan Vietnam dengan agregat 3-2. Pada leg pertama di Stadion MY Dinh, Hanoi, kedua tim bermain imbang 2-2. Vietnam mencetak gol melalui Nguyen Tiến Linh dan Vũ Văn Thanh, sedangkan Thailand membalas lewat Poramet dan Sarach.
Thailand kemudian memastikan gelar pada leg kedua di Thammasat Stadium. Gol tunggal Theerathon Bunmathan pada menit ke-24 membawa Thailand menang 1-0 sekaligus mengamankan trofi dengan agregat 3-2.
Dua tahun berselang, giliran Vietnam yang menjadi juara ASEAN Championship 2024. Vietnam menundukkan Thailand dengan agregat 5-3.
Pada leg pertama di Stadion Việt Trì, Vietnam menang 2-1 berkat dua gol Nguyen Xuan Son. Thailand hanya membalas melalui Chalermsak.
Vietnam kembali menang 3-2 pada leg kedua di Stadion Rajamangala. Tiga gol Vietnam dicetak Phạm Tuấn Hải, gol bunuh diri Pansa Hemviboon, dan Nguyen Hai Long.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Indonesia Gagal ke Fase Gugur 2 Kali Beruntun
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/9314799/original/085784500_1785781498-0L5A0152.jpg)
Pencapaian Vietnam dan Thailand menjadi alarm keras bagi Timnas Indonesia.
Indonesia kembali gagal melaju ke fase gugur edisi 2026. Hasil tersebut membuat Tim Garuda dua edisi beruntun tersingkir di fase grup, setelah sebelumnya mengalami nasib serupa pada edisi 2024.
Pada Piala AFF 2024, Indonesia hanya mengoleksi 4 poin dari empat pertandingan Grup B. Tim Garuda menang 1-0 atas Myanmar, imbang 3-3 dengan Laos, lalu kalah 0-1 dari Vietnam dan Filipina. Indonesia finis di posisi ketiga dan gagal lolos ke semifinal.
Kegagalan kembali terjadi pada edisi 2026. Indonesia mengumpulkan 7 poin dari empat laga Grup A, hasil dari dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Tim Garuda mencetak sembilan gol dan kebobolan lima gol.
Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja, kemudian kalah 0-3 dari Vietnam. Tim Garuda bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Timor-Leste, tetapi hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir.
Hasil imbang tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin. Vietnam dan Singapura menjadi dua tim yang lolos ke fase gugur.
Lemari Trofi Kosong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308794/original/060788800_1785202090-timnas.jpg)
Ya, lemari trofi Timnas Indonesia untuk ajang ini masih kosong.
Thailand menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala AFF. Dari 15 edisi yang telah rampung hingga 2024, Thailand mengoleksi tujuh gelar juara, unggul atas Singapura dan Vietnam.
Thailand pertama kali menjadi juara pada edisi perdana 1996 setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di final. Setelah itu, Thailand kembali meraih trofi pada 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, dan 2022.
Vietnam berada di posisi kedua dengan tiga gelar, yakni pada 2008, 2018, dan 2024. Sementara itu, Singapura telah empat kali menjadi juara, yaitu pada 1998, 2004, 2007, dan 2012.
Indonesia masih belum mampu mengangkat trofi ASEAN Championship. Pencapaian terbaik Tim Garuda adalah menjadi runner-up sebanyak enam kali.
Indonesia pertama kali melaju ke final pada 2000, tetapi kalah 1-4 dari Thailand. Dua tahun berselang, Indonesia kembali mencapai partai puncak dan harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Thailand lewat adu penalti.
Peluang terbesar Indonesia meraih gelar kembali hadir pada 2004, 2010, 2016, dan 2020. Namun, semuanya berakhir dengan status runner-up.
.png)
11 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324994/original/061291700_1786783322-STY_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258675/original/060045500_1781400606-1000119135.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7549059/original/025840900_1780324910-HJvBX9BbsAAoHOB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328240/original/021732200_1787148691-1000130690.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328291/original/065334800_1787157388-Foto_6__19_-Putri_Nusantara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328216/original/046981900_1787143409-Foto_2__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4893305/original/038147200_1721134391-darel_fitrah_sut_92fbc711f8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327942/original/002014000_1787129879-1000130658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327882/original/037694500_1787128095-IMG_2241.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5281875/original/048740900_1752431853-20250713-Asnawi_Mangkualam-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8226516/original/031332300_1781086646-timnas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541745/original/025257900_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-23.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4271864/original/044451000_1671891306-FkvvpM1akAA6hQi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327792/original/005598800_1787124410-ATK_BOLA_PL_2026-27_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4108879/original/062361700_1659357505-Logo_Persis_Solo_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327431/original/082376300_1787109166-IMG-20260819-WA0045.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327185/original/036381400_1787056417-borneofc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4039811/original/012028000_1654106363-20220601IQ_Timnas_Indonesia_Vs_Bangladesh_08.JPG)


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)









