4 Gejala Wabah Hantavirus, Wabah di Kapal Pesiar Mewah

10 hours ago 11

Jakarta -

Kasus wabah Hantavirus kembali menjadi sorotan setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia di kapal pesiar mewah MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik, akibat dugaan infeksi virus tersebut.

Hingga Selasa (5/5/2026), sebanyak enam orang jatuh sakit, dua di antaranya telah dipastikan terinfeksi virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan investigasi mendetail sedang dilakukan terkait insiden tersebut, termasuk pengujian laboratorium ekstensif dan studi epidemiologi untuk memahami penyebaran virus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kasus Hantavirus di kapal pesiar

Seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun, yang dirawat di ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan, telah dipastikan terinfeksi Hantavirus.

Kondisi ini juga teridentifikasi pada perempuan Belanda yang meninggal setelah turun dari Kapal di Saint Helena.

Oceandwide Expeditins menyatakan bahwa dua anggota kru, satu warga Inggris dan satu warga Belanda, menunjukkan gejala pernapasan akut, tetapi infeksi Hantavirus belum dikonfirmasi.

Operator tersebut mengatakan satu orang mengalami gejala ringan dan satu orang mengalami gejala berat, tetapi keduanya membutuhkan perawatan medis segera.

Kapal pesiar itu masih berada di lepas pantai Tanjung Verde dengan 149 orang di dalamnya yang berasal dari 23 negara.

Apa itu Hantavirus?

Dilansir dari laman UKHSA, Hantavirus adalah sekelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat, seperti tikus, yang ditularkan melalui kotoran dan urine mereka.

Meskipun jarang terjadi, penyakit ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan tersebut.

Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit parah. Pertama, Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal syndrome (HFRS).

Gejala Hantavirus

Dilansir dari laman The Independent, infeksi dapat berkembang dengan cepat dan mengancam jiwa. Para ahli mengatakan infeksi dapat dimulai dengan beberapa gejala umum yang meliputi:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Pada tahap awal, pasien mungkin benar-benar tidak dapat membedakan antara Hantavirus dan flu biasa.

Selain itu, ada juga gejala HPS yang biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Seiring perkembangan infeksi, pasien mungkin mengalami sesak dada karena paru-paru terisi cairan.

Sindrom lain yang disebabkan oleh Hantavirus, HFRS, biasanya berkembang dalam waktu satu atau dua minggu setelah terpapar.

Dilansir dari laman CDC, HFRS adalah penyakit parah dan terkadang mematikan yang menyerang ginjal. Gejalanya mungkin berupa sakit kepala, sakit punggung dan perut, demam, mual, hingga penglihatan kabur.

Cara mengurangi risiko penularan Hantavirus

Bunda dapat menghilangkan atau meminimalkan kontak dengan hewan pengerat di rumah atau tempat bekerja untuk mengurangi risiko terpapar Hantavirus.

Tutup lubang dan celah di rumah atau garasi untuk mencegah hewan pengerat masuk ke ruang-ruang tersebut. Pasang perangkap di dalam dan sekitar rumah untuk mengurangi infestasi hewan pengerat.

Selain itu, Bunda juga perlu membersihkan makanan yang mudah dijangkau yang mungkin menarik hewan pengerat.

Disarankan juga untuk mengenakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran hewan pengerat untuk menghindari menghirup udara yang terkontaminasi

Bagaimana cara mengobatinya?

Dilansir dari laman BBC, tidak ada pengobatan khusus untuk mengobati infeksi wabah Hantavirus.

CDC merekomendasikan perawatan suportif untuk mengobati gejala yang dapat mencakup terapi oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, dan bahkan dialisis.

Pasien dengan gejala berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit di unit perawatan intensif. Dalam kasus yang parah, beberapa pasien mungkin perlu diintubasi.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda ketahui terkait kasus wabah Hantavirus. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online