Kenali Suleten pada Bayi, Luka Merah Lepuh di Kulit yang Menular

2 hours ago 1

Jakarta -

Suleten pada bayi menjadi salah satu infeksi kulit yang perlu diwaspadai orang tua. Hal ini karena infeksi tersebut mudah menular dari satu anak ke anak lainnya.

Kondisi suleten atau impetigo pada bayi juga umum terjadi pada usia dini. Siapa pun bisa terkena, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan bayi. 

Suleten termasuk infeksi kulit yang perlu penanganan tepat agar tidak menyebar. Dengan pengobatan, impetigo biasanya membaik dalam beberapa hari. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski begitu, suleten pada bayi tetap tak boleh disepelekan karena bisa cepat menyebar dan membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.

Mengenal apa itu suleten atau impetigo

Dikutip dari laman Cedars Sinai, suleten atau impetigo adalah infeksi kulit. Dalam hal ini, impetigo pada bayi dapat muncul sebagai luka ringan hingga infeksi yang lebih serius.

Impetigo juga dapat menyerang bagian kulit lebih dalam, yang disebut sebagai ektima (ecthyma).

Kondisi ini dapat terjadi pada kulit sehat, atau bisa juga terjadi pada kulit yang mengalami luka akibat sayatan, lecet, atau gigitan serangga. Hal ini pun menjadi beberapa penyebab suleten pada bayi yang sering kali tidak disadari orang tua.

Impetigo paling sering terjadi pada anak usia 2 hingga 5 tahun dan mudah menular. Artinya, penyakit ini dapat dengan mudah berpindah dari satu anak ke anak lain, terutama pada mereka yang berada dalam satu lingkungan dekat.

Anak-anak dapat menularkan kepada anggota keluarga lain, tapi juga bisa terinfeksi kembali.

Gejala suleten pada bayi

Gejala dapat muncul sedikit berbeda pada setiap anak. Tanda-tanda yang muncul juga bisa bervariasi, bergantung pada bakteri penyebabnya. Beberapa gejala suleten pada bayi dapat meliputi:

  • Muncul benjolan merah
  • Ada luka yang berisi cairan, mengeluarkan cairan, atau berkerak
  • Area kulit yang terinfeksi tampak kemerahan, bengkak, dan bisa terasa gatal
  • Ada pembengkakan kelenjar getah bening di sekitarnya

Benjolan atau luka tersebut bisa terasa nyeri dan dapat muncul di bagian tubuh mana saja. Namun yang paling sering muncul di area wajah, lengan, dan kaki.

Kadang tanda dan gejala impetigo pada bayi dapat terabaikan karena mirip seperti masalah kulit lain. Oleh sebab itu, jangan tunda periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada kondisi lain dari suleten yang disebut impetigo bulosa. Gejalanya yakni ada lepuhan yang lebih besar pada bagian tubuh bayi dan anak-anak seperti di lengan dan kaki.

Kondisi impetigo yang lebih serius disebut ektima, di mana infeksinya menembus lebih dalam ke dalam kulit dan menyebabkan luka berisi cairan atau nanah yang nyeri.

Penyebab Suleten atau Impetigo pada Bayi

Impetigo disebabkan oleh bakteri, termasuk di antaranya meliputi:

  • Group A beta-hemolytic Streptococcus
  • Staphylococcus aureus

Si Kecil dapat terpapar bakteri penyebab suleten pada bayi ketika bersentuhan dengan luka seseorang yang terinfeksi. 

Bisa juga karena menyentuh benda yang telah disentuh sebelumnya oleh anak lain dengan impetigo, seperti pada pakaian, seprai, handuk, bahkan mainan. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyebab suleten pada bayi meliputi:

Usia

Impetigo paling sering terjadi pada anak usia 2 hingga 5 tahun.

Kontak dekat

Impetigo mudah menyebar dalam keluarga, serta di lingkungan yang ramai seperti sekolah dan tempat penitipan anak, serta melalui aktivitas olahraga yang melibatkan kontak kulit langsung.

Cuaca hangat dan lembap

Infeksi impetigo lebih sering terjadi pada cuaca hangat dan lembap.

Kulit yang terluka

Bakteri penyebab impetigo biasanya masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, gigitan serangga, atau ruam.

Kondisi kesehatan lain

Anak dengan kondisi kulit lain, seperti dermatitis atopik (eksim), lebih berisiko mengalami impetigo. 

Cara mengobati suleten pada bayi

Untuk mendiagnosis dan mengobati suleten pada bayi, dokter awalnya akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan anak. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik.

Jika perlu, dalam beberapa kasus tertentu sampel nanah dari luka dapat dikirim ke laboratorium (yang disebut sebagai 'kultur').

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi. Hasilnya dapat membantu dokter menentukan obat suleten pada bayi yang paling tepat.

Pengobatan juga akan bergantung pada gejala, usia, dan kondisi kesehatan umum anak. Tingkat keparahan infeksi juga akan menjadi pertimbangan. 

Beberapa contoh terapi untuk mengobati suleten pada bayi meliputi:

  • Krim atau salep untuk suleten pada bayi dengan antibiotik resep, yang biasanya paling sering digunakan untuk kasus impetigo ringan.
  • Antibiotik dalam bentuk tablet atau cairan sebagai obat suleten pada bayi, terutama jika infeksinya lebih luas.
  • Pembersihan dan penutupan luka secara rutin untuk mencegah penyebaran makin banyak. 

Pastikan Bunda mencuci tangan setidaknya selama 20 detik sebelum dan sesudah merawat luka impetigo pada anak. Buang perban bekas dalam kantong tertutup sebelum dibuang.

Segera lakukan konsultasi ke dokter jika anak mengalami infeksi kulit setelah kontak dengan seseorang yang memiliki impetigo. 

Cara mencegah suleten pada bayi

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah suleten pada bayi dan penyebarannya:

  • Pastikan untuk selalu membersihkan tangan anak dengan menggunakan sabun dan air
  • Biasakan semua anggota keluarga juga rutin mencuci tangan dengan benar (gunakan sabun dan air, lalu menggosok tangan setidaknya selama 20 detik)
  • Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk atau saputangan
  • Pastikan setiap anggota keluarga menggunakan handuk masing-masing untuk mengeringkan tangan dan setelah mandi
  • Jaga kuku anak tetap pendek, karena ini dapat membantu mencegah anak menggaruk dan menyebarkan infeksi
  • Hindari sementara aktivitas bermain di tempat umum saat terinfeksi

Langkah ini penting untuk menekan risiko penyebab suleten pada bayi sekaligus mencegah infeksi berulang.

Penularan suleten pada bayi

Dikutip dari laman National Health Services (NHS) UK, impetigo pada bayi dapat dengan mudah menyebar ke bagian tubuh lain atau ke orang lain melalui kontak langsung antar kulit. Si Kecil juga bisa tertular dengan menyentuh benda yang terkontaminasi, seperti handuk dan seprai.

Suleten berhenti menular kira-kira 48 jam setelah pengobatan dengan antibiotik atau resep salep untuk suleten pada bayi dilakukan. 

Penularan suleten bisa menjadi lebih minim ketika bercak luka mengering dan membentuk kerak.

Kurangi penularan suleten dengan tips penting lainnya termasuk rajin mencuci tangan Si Kecil, cuci barang-barang anak (seperti kain kecil, handuk, seprai, dan sarung bantal) dengan suhu tinggi.

Pastikan juga untuk selalu mencuci mainan dengan deterjen dan air hangat, jika anak mengalami impetigo.

Itulah penjelasan tentang suleten pada bayi. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala, penyebab suleten pada bayi, serta memberikan obat suleten pada bayi yang tepat sesuai anjuran dokter.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online