Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali, Mendagri: Tak Ada Lagi Iklim Kompetitif Tingkat Nasional

13 hours ago 4

INFO TEMPO – Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri menyelenggarakan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Dalam implementasinya, kompetisi ini tidak digelar secara seragam melainkan menggunakan pendekatan regional.

"Jadi kita tidak lagi melakukan iklim kompetitif tingkat nasional. Nanti daerah-daerah yang kecil akan kalah dengan daerah-daerah yang besar, karena memiliki kemampuan fiskal dan lain-lain," kata Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa - Bali berlangsung di Yogyakarta Marriott Hotel, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026 malam.

Adapun kegiatan dibagi dalam beberapa gelombang, menjangkau wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, serta Papua. Menurut Tito, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch satu ini telah dilaksanakan di antaranya regional Sumatra di Palembang, regional Kalimantan di Balikpapan, Zona Maluku, Maluku Utara, NTB, dan NTT di Mataram, serta Zona Sulawesi di Kendari sedangkan Zona Jawa dan Bali di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ke depan dalam waktu tidak terlalu lama nanti se-Papua. Dengan empat kategori yang sama untuk batch ini,” kata dia.

Tito mengatakan, bagi juara pertama akan mendapatkan insentif fiskal yang dulu namanya Dana Intensif Daerah, sebanyak Rp 3 miliar. Kemudian Rp 2 miliar untuk juara kedua, dan Rp 1 miliar untuk juara ketiga.

"Memang empat kategori kita dalam kompetisi kali ini sebetulnya datanya mudah dan juga terbuka yakni mengambil data dari Badan Pusat Statistik. Yakni masalah penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, kemudian masalah pengangguran, pengendalian inflasi, dan juga creative financing.”

Mendagri berencana, acara tersebut akan berlanjut terus dengan topik yang berbeda. "Berlanjut terus gelombang kedua nanti, di enam zona lagi, tapi nanti mungkin topiknya berbeda. Bisa saja topiknya nanti mungkin kota bersih, atau mungkin pengelolaan layanan publik, dan lain-lain.”

Tito meneruskan, setelah gelombang dua, rencananya akan ada gelombang ketiga. "Kira-kira sampai November. Putarannya akan berjalan seperti ini," ujar dia.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan hal senada. Menurut dia iklim persaingan kompetitif ini agar selalu dipelihara untuk mendapatkan kemajuan.

“Oleh sebab itu, titik ini adalah titik start kita untuk memperbaiki, mempertahankan, dan mengembangkan hal-hal yang sudah dicapai pada hari ini, pada masa-masa sebelum ini. Semoga kita bisa meningkatkan itu dan pertebal keyakinan kita bahwa apa yang kita kerjakan ini adalah demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar dia.

Menko Polkam pun melihat secara kuantitatif angka para pemenang beda tipis. “Itu artinya bahwa kita punya kemajuan yang sama untuk melaksanakan tugas kita, tugas dan kewajiban kita kepada negara dan bangsa ini.”

Dia pun mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Sekali lagi saya ucapkan selamat dan mari kita bekerja bersama-sama. Kerjaan kita belum selesai, rasanya pekerjaan kita nggak ada ujungnya. Oleh sebab itu, siap-siap jaga persatuan di lingkungan kita. Saya yakin apa yang kita capai hari ini adalah hasil dari kerja sama.”

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, saat ini di era dimana kinerja pemerintahan tidak lagi cukup diukur dari niat yang baik, tetapi dari hasil yang sungguh dirasakan oleh masyarakat.

“Dalam konteks itulah, penghargaan malam ini memiliki makna. Dia bukan sekadar apresiasi simbolik, melainkan konfirmasi bahwa kebijakan yang tepat ketika dilaksanakan dengan kesungguhan dapat menghasilkan perubahan yang terukur dalam kehidupan nyata,” kata dia.

Meski begitu, lanjut dia, ada satu hal yang selayaknya diingat. “Prestasi adalah titik bijak, bukan titik akhir. Penghargaan malam ini bukan penanda berakhirnya tugas, melainkan penegasan bahwa tanggung jawab yang lebih besar sedang menanti.”

Sebab, lanjut dia, pada akhirnya ukuran terdalam dari prestasi pemerintahan tidak berhenti pada piagam penghargaan, melainkan pada harga yang lebih terkendali, kesempatan kerja yang lebih terbuka, kemiskinan yang semakin berkurang, dan anak-anak yang tumbuh lebih sehat.

Sri Sultan percaya bahwa tata kelola pemerintahan yang baik adalah investasi jangka panjang. “Ia tidak selalu menghasilkan tepuk tangan hari ini, tetapi akan meninggalkan jejak yang dirasakan generasi berikutnya,” kata dia.

Dia pun mengapresiasi para pemenang, baginya apa yang dilakukan kepala daerah  menjadi inspirasi bagi Indonesia. “Bahwa di tengah segala keterbatasan dan kompleksitas tantangan pengabdian kepada rakyat masih mampu menghasilkan capaian yang membanggakan.”

Dalam acara tersebut, hadir juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, kepala daerah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa dan Bali.

Para pemenang Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali

Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

Provinsi:

  1. Bali
  2. Jawa Barat

Kota:

  1. Denpasar
  2. Surabaya
  3. Tangerang Selatan

Kabupaten:

  1. Badung
  2. Gianyar
  3. Tabanan

Kategori Entrepreneur Government/Creative Financing

Provinsi:

  1. DKI Jakarta
  2. Banten

Kota:

  1. Surabaya
  2. Bogor
  3. Semarang

Kabupaten:

  1. Madiun
  2. Sleman
  3. Gianyar

Kategori Pengendalian Inflasi

Provinsi:

  1. Bali
  2. D.I. Yogyakarta
  3. Jawa Tengah

Kota:

  1. Cirebon
  2. Sukabumi
  3. Probolinggo

Kabupaten:

  1. Garut
  2. Sukoharjo
  3. Majalengka

Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran

Provinsi:

  1. Jawa Timur
  2. D.I. Yogyakarta

Kota:

  1. Magelang
  2. Surakarta
  3. Denpasar

Kabupaten:

  1. Kulonprogo
  2. Pacitan
  3. Jombang
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online