KEPALA Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan tak memberi perhatian terhadap pernyataan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Noel -sapaan Immanuel- menyampaikan soal dugaan adanya eskalasi politik yang berupaya menggulingkan pemerintahan Prabowo Subianto.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Setelah dijatuhi vonis hukuman penjara 4,5 tahun oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Noel menyebut sebelum eskalasi itu akan ada banyak pejabat pemerintah yang ditangkap oleh aparat penegak hukum, khususnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Ditangkap itu urusan penegak hukum, tidak bisa dia sampaikan seolah-olah seperti ini,” kata Qodari saat ditemui di Taxyway Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia berharap publik mencermati lebih dalam setiap informasi yang diperoleh, termasuk tak bersikap panik ketika mendengar pernyataan-pernyataan yang belum tentu terbukti kebenarannya. “Lebih baik kita kembali kepada apa yang menjadi fakta,” ujar Qodari.
Menurut dia, pernyataan Noel yang tak perlu dicerna berlebihan mengenai dugaan adanya eskalasi politik yang berupaya menggulingkan pemerintahan Prabowo, salah satunya karena kian lemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
Sebab, dia mengklaim, pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia terus melakukan rapat evaluasi untuk mengembalikan nilai rupiah terhadap kurs dollar negeri Abang Sam.
“Bapak Presiden selalu evaluasi. Apakah ada rapat, evaluasi jalan terus,” ucap mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.
Kemarin, setelah divonis hukuman 4,5 tahun penjara, Noel menyampaikan sejumlah pesan kepada pemerintahan Prabowo. Ia mengatakan, Prabowo mesti berhati-hati karena ada dugaan eskalasi politik yang berupaya menggulingkan kekuasaannya.
“Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh, dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu. Dan (Reformasi) 98 jilid dua akan terjadi tidak lama lagi," kata Noel.
Ia juga menyarankan agar Prabowo menjalin kedekatan intens dengan PDIP dan pentolan Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab. Sebab, menurut dia, keduanya merupakan figur yang loyal dan strategis. Baik PDIP maupun Rizieq, kata Noel, akan amat membantu Prabowo apabila kekuasaannya jatuh di kemudian hari.
.png)
















































