Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan

23 hours ago 12

Jakarta -

Perut perempuan ini selalu tampak hamil 9 bulan setiap setelah makan. Ia adalah Rachael Harley sampai merasa tubuhnya terasa asing baginya. Kondisi ini terjadi setiap kali dia makan sesuatu. 

Kisah Harley ternyata berkaitan dengan kondisi langka. Bagi sebagian orang, perut kembung setelah makan mungkin hal biasa. Tapi bagi Harley, kondisinya jauh lebih ekstrem… Bahkan terasa menyakitkan.

Penyebab perut perempuan tampak hampir 9 bulan setiap setelah makan

Remaja berusia 19 tahun itu dikenal sebagai sosok yang ceria. Namun di balik itu, ia harus menghadapi kondisi kesehatan yang tidak biasa.

Setiap kali makan, perutnya langsung membesar drastis hingga terlihat seperti sedang hamil sembilan bulan. Tak hanya perubahan bentuk yang mencolok, ia juga merasakan nyeri hebat yang membuat aktivitas sehari-harinya terganggu.

"Perutku tidak mengosongkan isinya dengan cukup cepat sehingga membengkak. Aku bisa makan makanan ringan, tapi ketika kondisinya sangat buruk, aku hampir tidak bisa minum air karena merasa mual," kata Harley.

Awalnya, kondisi ini muncul tiba-tiba. Perutnya mendadak membengkak dan ia harus dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, serangkaian pemeriksaan awal belum bisa menjelaskan penyebabnya seperti dilansir HeraldSun.

Ia dipulangkan dari rumah sakit dan tampaknya membaik, tetapi kemudian pada minggu yang sama dirawat kembali, lagi-lagi dengan rasa sakit dan pembengkakan yang hebat. Setelah menjalani operasi investigasi, dokter akhirnya menemukan penyebabnya, yaitu adhesi abdominal (adhesi perut).

Apa itu adhesi abdominal?

Adhesi abdominal yaitu jaringan fibrosa yang membentuk pita di antara organ-organnya, seperti yang dilaporkan Daily Mail. Menurut penelitian dalam jurnal World Journal of Gastroenterology, kondisi ini paling sering terjadi akibat jaringan parut setelah operasi, infeksi, atau peradangan.

Melansir laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, adhesi abdominal biasanya, permukaan organ dan dinding perut tidak saling menempel saat bergerak. Namun, adhesi abdominal dapat menyebabkan permukaan ini menjadi saling menempel.

Adhesi abdominal dapat menekuk, memutar, menarik, atau menekan usus dan organ lain di perut, menyebabkan gejala dan komplikasi, seperti obstruksi atau penyumbatan usus.

Dalam banyak kasus, adhesi abdominal tidak menimbulkan gejala. Jika menimbulkan gejala, nyeri perut kronis adalah gejala yang paling umum.

Pada kasus Harley, dokter menemukan bahwa Harley memiliki adhesi yang menempel pada usus dan usus buntu yang tumbuh akibat radang usus buntu.

Meskipun adhesi Harley telah dipotong, adhesi tersebut kembali, menyebabkan perutnya membengkak.

Setelah tindakan tersebut, kondisinya sempat membaik. Ia bahkan merasa 'normal' kembali dan bisa makan seperti biasa. Namun, harapan itu tidak berlangsung lama.

Harley dibawa kembali ke rumah sakit, kali ini ke Aberdeen Royal Infirmary di Skotlandia. Dokter masih belum tahu bagaimana cara mengobati kondisinya dan khawatir bahwa operasi investigasi lebih lanjut dapat memperburuk kondisinya.

"Sayangnya, dalam banyak kasus, adhesi kembali terjadi. Dan sekarang, sayangnya, adhesi saya kembali terjadi dan kita kembali ke titik awal. Hari demi hari, adhesi tersebut menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada usus, lambung, kantung empedu, dan organ kesuburan saya. Ketika adhesi tersebut menyebabkan penyumbatan sebagian secara teratur, saya menjadi tidak dapat makan banyak dan kondisi saya memburuk," jelas Harley.

Apa saja komplikasi adhesi abdominal?

Adhesi abdominal dapat menyebabkan obstruksi usus dan infertilitas pada perempuan. Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi.

  • Obstruksi usus

Obstruksi usus adalah penyumbatan sebagian atau seluruhnya terhadap pergerakan makanan, cairan, udara, atau feses melalui usus. Adhesi abdominal merupakan penyebab paling umum obstruksi usus halus.

  • Infertilitas pada perempuan

Pada perempuan, adhesi abdominal di panggul atau di dalam rahim dapat menekan atau menyumbat bagian-bagian sistem reproduksi dan menyebabkan infertilitas.

Apa penyebab adhesi perut?

Operasi perut adalah penyebab adhesi abdominal yang paling umum. Adhesi yang disebabkan oleh operasi lebih mungkin menyebabkan gejala dan komplikasi daripada adhesi yang terkait dengan penyebab lain.

Gejala dan komplikasi dapat dimulai kapan saja setelah operasi, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Kondisi yang melibatkan peradangan atau infeksi di perut juga dapat menyebabkan adhesi. Kondisi ini termasuk penyakit Crohn, penyakit divertikular, endometriosis, penyakit radang panggul, dan peritonitis.

Penyebab lain dari adhesi abdominal termasuk dialisis peritoneal jangka panjang untuk mengobati gagal ginjal dan terapi radiasi untuk mengobati kanker. Dalam beberapa kasus, adhesi perut sudah ada sejak lahir.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online