Nyeri Punggung Bawah Jadi Tanda Awal Kehamilan? Ini Kata Pakar

10 hours ago 10

Jakarta -

Low back pain atau nyeri punggung bawah sering terjadi ketika seseorang mengalami ketegangan otot atau melakukan gerakan mendadak. Banyak yang meyakini, keluhan fisik ini juga bisa menjadi tanda awal kehamilan, Bunda.

Lantas, benarkah low back pain merupakan salah satu tanda awal kehamilan? Apa penyebabnya?

Low back pack dan tanda awal kehamilan

Menurut ulasan di laman News Laodong, sekitar 50 persen perempuan mengalami low back pain di titik tertentu dalam kehamilannya. Di awal kehamilan, nyeri punggung bawah dapat muncul karena perkembangan rahim yang menopang bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hormon progesteron selama di awal kehamilan dapat menyebabkan ligamen di area rahim menjadi fleksibel. Kondisi tersebut dapat memicu rasa nyeri di beberapa area tubuh.

Namun, meski bisa terjadi di trimester awal, nyeri punggung bawah tidak bisa dikaitkan begitu saja dengan tanda kehamilan. Dokter kandungan di New York, Jennifer Wu, MD, mengatakan bahwa sakit punggung bisa saja disebabkan karena masalah lainnya.

"Sakit punggung (low back pain) sebenarnya bukanlah tanda awal kehamilan kecuali jika berhubungan dengan kembung atau sembelit," kata Wu, dikutip dari What to Expect.

Low back pain adalah hal yang umum terjadi selama kehamilan. Namun, menurut Office on Women's Health Opens, nyeri ini lebih mungkin terjadi pada trimester kedua dan ketiga dibandingkan trimester pertama.

"Pada awal kehamilan, hormon seperti progesteron sedang tinggi dan perempuan baru saja mulai mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi," ujar Wu.

"Kombinasi keduanya dapat menyebabkan banyak gas dan sembelit. Nyeri akibat gas mungkin lebih parah dari yang pernah dialami. Menghindari sayuran mentah seperti brokoli dan kembang kol serta makanan penyebab gas seperti kacang-kacangan dapat sangat membantu," sambungnya.

Nyeri punggung bawah yang terasa di trimester kedua dapat dikaitkan dengan rahim yang mulai membesar. Otot dan persendian harus bekerja lebih keras untuk menopang berat tambahan ibu hamil, sehingga lebih rentan lelah atau nyeri.

Hormon seperti relaksasi juga berperan. Hormon ini mengendurkan ligamen dan persendian, sehingga memudahkan bayi melewati jalan lahir selama persalinan. Namun, hormon ini juga dapat mengendurkan ligamen dan persendian di punggung, yang dapat menimbulkan nyeri.

Tips meredakan low back pain di awal kehamilan

Low back pain di awal kehamilan bisa mengganggu aktivitas. Berikut beberapa tips untuk meredakan keluhan ini di trimester pertama:

1. Perhatikan postur tubuh

Pusat gravitasi secara alami bergeser ke depan seiring pertumbuhan bayi dalam perut. Cobalah untuk berdiri tegak dengan bahu dan leher rileks selama hamil, Bunda. Saat duduk, pilihlah kursi yang menopang punggung dan selipkan bantal kecil di belakang punggung bagian bawah.

2. Usahakan untuk tidak duduk atau berdiri terlalu lama

Saat harus berada dalam satu posisi untuk waktu yang lama (seperti di tempat kerja), Bunda dapat menggunakan kotak atau bangku untuk menopang satu kaki (saat berdiri) atau kedua kaki (saat duduk).

3. Hindari mengangkat beban berat

Mengangkat berat dapat menyebabkan ketegangan pada punggung. Jika Bunda harus mengangkat sesuatu, cobalah untuk berjongkok hingga lutut menekuk, lalu angkat kembali menggunakan kekuatan kaki (bukan punggung). Lebih baik lagi bila meminta bantuan dari orang lain saat harus mengangkat beban berat.

3. Pilihlah sepatu yang nyaman

Sejak awal kehamilan, Bunda sebaiknya mulai membatasi untuk menggunakan sepatu dengan hak. Pakailah sepatu berhak rendah seperti sepatu kets untuk memberikan dukungan pada lengkungan kaki terbaik.

4. Olahraga secara teratur

Nyari punggung bawah juga dapat diminimalisir dengan rutin berolahraga sejak awal kehamilan. Olahraga dapat meregangkan serta menguatkan otot punggung dan kaki.

5. Kompres menggunakan es atau handuk hangat

Kompres menggunakan es atau handuk hangat dapat meredakan ketidaknyamanan pada punggung. Cobalah kompres punggung yang nyeri dengan es yang dibungkus handuk dapur, atau kompres hangat atau botol air panas.

Sebagian besar nyeri punggung saat kehamilan dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Namun, jika nyeri tersebut parah atau terus-menerus, Bunda sebaiknya segera memeriksakan ke dokter ya.

Bunda juga harus memberi tahu dokter bila nyeri tersebut disertai gejala lain seperti perdarahan vagina, demam, kram atau kontraksi, atau rasa terbakar saat buang air kecil. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih (ISK), keguguran, hingga persalinan prematur.

Demikian penyebab low back pain atau nyeri punggung bawah yang sering dikaitkan dengan tanda awal kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online