Tips Memilih Mainan Edukatif yang Tepat untuk Pertumbuhan Anak

2 hours ago 1

Jakarta -

Di tengah perubahan gaya parenting saat ini, cara orang tua dalam mendampingi Si Kecil turut berkembang. Salah satu yang banyak mulai diperhatikan adalah play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain.

Pendekatan ini semakin banyak diperbincangkan karena dianggap lebih dekat dengan keseharian anak, Bunda. Hal ini yang juga dibicarakan oleh Chief Executive Officer (CEO) of Lilla, Chrisanti Indiana.

"Sekarang, kalau kita bahas soal tren parenting, belakangan ini memang sudah banyak sekali orang tua yang membahas tentang play-based learning, ya" ujar Indiana, saat diwawancarai oleh HaiBunda dalam acara bersama Lilla dengan tema "The Ultimate Playground for Moms & Lil' Ones", Rabu (06/05/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tren yang satu ini dikatakan bisa membuat anak lebih aktif dan senang saat belajar. Karena itu, banyak orang tua mulai ingin tahu lebih jauh tentang konsep ini.

Lalu, sebenarnya apa sih play-based learning itu? Seberapa besar pengaruhnya untuk tumbuh kembang Si Kecil?

Mengenal play-based learning bagi tumbuh kembang anak

Bagi orang tua modern, istilah play-based learning kini bukan lagi hal yang asing, ya. Secara sederhana, play-based learning adalah metode pembelajaran yang berfokus pada kegiatan bermain anak. Dari kegiatan bermain inilah Si Kecil bisa belajar berbagai hal penting.

"Nah, play-based learning ini pengertiannya adalah pembelajaran yang menempatkan kegiatan bermain anak sebagai bagian dari proses belajar mereka," ungkap Indiana.

Dahulu, bermain dan belajar banyak dianggap sebagai dua hal yang berbeda ya, Bunda. Namun kini, pandangan itu mulai berubah seiring berkembangnya pola asuh.

"Kalau zaman dahulu mungkin main dan belajar itu dua hal yang berbeda gitu, tapi sekarang sudah banyak orang tua yang menyadari bahwa anak-anak itu belajar bisa lewat bermain," jelasnya.

Karena itulah, banyak Bunda dan Ayah yang mulai tertarik menerapkan metode ini dalam keseharian anak. Harapannya, tumbuh kembang Si Kecil bisa lebih baik lewat cara yang menyenangkan.

Lalu sebagai orang tua, bagaimana kita bisa memilih mainan yang tepat untuk Si Kecil? Mengingat kini banyak sekali permainan yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak, misalnya game online.

Tips memilih mainan edukatif untuk anak

Memilih mainan untuk anak tentu tidak boleh dilakukan sembarangan, Bunda. Keamanan dan kesesuaian usia harus menjadi prioritas agar Si Kecil tetap aman saat bermain.

Maka dari itu, Bunda bisa menyimak penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Pilih permainan sesuai usia anak

Saat memilih mainan untuk Si Kecil, Bunda perlu menyesuaikannya dengan usia anak. Bukan tanpa alasan, hal ini agar mainan yang digunakan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Selain usia, Bunda juga bisa memperhatikan tingkat kesulitan atau leveling dari permainan tersebut. Dengan begitu, mainan membantu anak untuk berkembang sesuai kemampuannya.

"Pertama, yang pasti kita pilih produk sesuai dengan usianya, tapi kita juga bisa lihat leveling-nya juga. Jadi, kita bisa lihat apakah anak ini bisa berkembang dengan permainan tersebut gitu, ya," kata Indiana.

2. Perhatikan sertifikasi keamanan produk

Dalam memilih mainan untuk anak, keamanan produk juga perlu diperhatikan dengan baik, ya. Salah satunya dengan memastikan adanya sertifikasi resmi pada mainan tersebut.

Orang tua disarankan untuk memilih produk yang sudah punya standar keamanan seperti Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, ada pula European Standard 71 (EN71) yang digunakan di negara-negara Eropa.

"Di Indonesia, kita biasanya sudah kenal ya sama SNI. Kalau di luar negeri ada juga yang namanya EN71. Itu udah paling tinggi kalau di Eropa. Jadi, memang di Eropa wajib menggunakan itu," ujarnya.

3. Pilih permainan yang edukatif

Kalau bingung mencari permainan yang edukatif untuk Si Kecil, Bunda bisa memilih permainan yang kini banyak direkomendasikan, seperti building blocks atau balok susun.

"Nah, permainan seperti building blocks itu memang bagus banget sebenarnya untuk membangun banyak aspek perkembangan anak," ungkapnya.

Menurut Indiana, banyak studi yang menunjukkan bahwa perkembangan otak anak akan lebih cepat saat mereka sedang bermain, Bunda.

"Jadi kalau berdasarkan studi, banyak sekali yang membahas bahwa perkembangan otak anak itu cepat ketika mereka sedang bermain. Jadi, enggak cuma mengasah kreativitas, tapi building blocks itu banyak sekali manfaatnya," jelasnya.

"Selain tadi kreativitas, juga ada fungsi kognitif dan motorik, karena anak-anak belajar membuat building blocks. Lalu, mereka juga belajar mengatur emosinya saat bermain," lanjutnya.

Bahkan, saat anak sedang mengalami kegagalan atau kesulitan saat bermain, mereka pun bisa belajar mengatur emosinya, Bunda.

"Jadi, misalnya baloknya gagal atau sudah sesuai dengan panduannya, mereka bisa belajar untuk regulasi emosi. Kemudian, anak bisa belajar tentang sensorik juga," pungkas Indiana.

Itulah ulasan tentang pentingnya play-based learning bagi tumbuh kembang anak, serta tips memilih mainan edukatif untuk Si Kecil. Semoga informasinya dapat membantu, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online