Polisi Halangi Massa Demo Hardiknas Menuju Istana

1 day ago 13

KEPOLISIAN menghalangi perjalanan massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI menuju Istana Negara. Massa BEM SI dan Polres Metro Jakarta Pusat sempat bentrok ketika para mahasiswa berupaya mendobrak barisan barikade saat menggelar aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Adapun demonstrasi di titik kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, ini diikuti oleh setidaknya tiga aliansi mahasiswa. Selain BEM SI, ada pula Aliansi Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau Sema PTKIN Se-Indonesia serta BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (PTMAI).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan pantauan Tempo, barikade polisi lengkap dengan pagar besi telah dipasang di Jalan Merdeka Selatan, tepat di depan Bank Syariah Indonesia atau BSI Tower.

Para mahasiswa pun mencoba mendorong barisan polisi untuk melanjutkan perjalanan ke arah Istana Kepresidenan. Massa ingin perwakilan pemerintah menemui mereka secara langsung. “Buka, buka, buka pintunya. Buka pintunya sekarang juga,” ucap peserta aksi sambil bernyanyi, Sabtu, 2 Mei 2026.

Selain berupaya mendobrak barikade, sejumlah peserta aksi membakar ban. Polisi lantas membalas dengan menyemprotkan alat pemadam api ringan atau APAR. 

Para mahasiswa yang berada di barisan depan pun sempat berhamburan. Tak lama, mereka kembali maju ke depan dan terlibat bentrok langsung dengan polisi. Mereka terlihat saling mendorong dan mencoba memukul satu sama lain.

Adapun massa dari elemen mahasiswa yang berdemonstrasi hari ini dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei. Mereka tampak membawa bendera kuning Bendera kuning yang identik dengan penanda kematian itu bertuliskan “R.I.P (Rest in Peace) Pendidikan” hingga “Makan Beracun Gratis”. 

Selain bendera kuning, peserta aksi membawa spanduk identitas BEM hingga berbagai macam poster. Beberapa poster itu bertuliskan “Gelap Gulita Pendidikan” dan “Pendidikan hanya dianggap ternak”. 

“Delapan kali kita ganti presiden, tapi delapan kali juga kita tidak pernah mampu menyelesaikan persoalan pendidikan,” ucap salah satu orator dari atas mobil komando. 

BEM SI membawa 10 tuntutan dalam demonstrasi Hardiknas ini. Diantaranya soal reformasi tata kelola anggaran pendidikan serta pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan dan penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online