UNIVERSITAS Indonesia (UI) buka suara mengenai polemik unggahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi yang membahas hasil kajian tentang homoseksualitas. Kampus menegaskan materi tersebut bukan pernyataan resmi Universitas Indonesia.
"Kami tegaskan bahwa materi kajian organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi institusi Universitas Indonesia," kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI Erwin Agustian Panigoro dikutip pada Ahad, 5 Juli 2026.
Pernyataan itu disampaikan setelah unggahan BEM Fakultas Psikologi UI mengenai hasil kajian American Psychological Association (APA) tahun 2008 beredar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut disebutkan tidak ada riset yang mendukung pandangan bahwa homoseksualitas merupakan gangguan mental atau bentuk penyimpangan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Unggahan tersebut kemudian dihapus dari akun Instagram BEM Psikologi UI. Namun, tangkapan layarnya telah lebih dulu tersebar dan memicu perdebatan di berbagai platform media sosial.
Erwin menyatakan sebagai perguruan tinggi negeri, institusi berkomitmen pada Pancasila, nilai-nilai kebangsaan, dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut dia, rujukan yang digunakan dalam unggahan BEM berasal dari literatur ilmu psikologi yang berada dalam ranah akademik. Kampus menegaskan kajian akademik berbeda dengan kampanye atau promosi suatu gaya hidup.
"Rujukan akademik atas literatur keilmuan berbeda secara mendasar dari kampanye atau penyebaran gaya hidup. Universitas Indonesia tidak menyelenggarakan, tidak memfasilitasi, dan tidak mendukung kampanye penyebaran gaya hidup apa pun," kata Erwin.
UI juga menegaskan inti kajian yang disusun organisasi mahasiswa tersebut adalah penolakan terhadap kekerasan dan persekusi terhadap sesama warga kampus.
Dalam keterangannya, UI memastikan seluruh warga kampus berhak memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, intimidasi, ancaman persekusi, maupun penyebaran data pribadi tanpa izin atau doxing, tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan pandangan.
Selain itu, kampus menyatakan akan memperkuat mekanisme koordinasi terhadap materi komunikasi yang menggunakan identitas kelembagaan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. UI juga mengajak masyarakat menyikapi informasi secara utuh, proporsional, dan berdasarkan fakta demi menjaga iklim akademik yang aman.
.png)








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)


