China Tolak Sanksi Sepihak AS ke Iran, Tekanan Ekonomi Bukan Solusi Perang

9 hours ago 7

loading...

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. FOTO/Asahi Shimbun

BEIJING - China menegaskan "sanksi dan tekanan" yang diterapkan Amerika Serikat (AS) tidak akan menyelesaikan konflik Timur Tengah, setelah Washington mendesak sejumlah pemerintah termasuk Beijing untuk bergabung dalam upaya mengisolasi ekonomi Iran. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers reguler di Beijing.

"Sanksi dan tekanan tidak akan membantu menyelesaikan masalah. China menyerukan semua pihak terkait mengambil langkah bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara politik dan diplomatik," ujar Lin Jian menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dikutip dari AFP, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Indonesia Termasuk dari 40 Negara yang Dituding Bantu China Mengakali Tarif Trump

Lin Jian menegaskan bahwa China menentang sanksi unilateral ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak mendapat otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Sikap ini disampaikan saat ia ditanya mengenai komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang vowed akan “meruntuhkan” rezim Iran melalui kampanye sanksi ekonomi terberat dalam sejarah.

Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana menerapkan "peperangan ekonomi dan isolasi dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Iran, seraya mengancam negara mana pun yang masih memberikan “jalan hidup” bagi Teheran akan menghadapi konsekuensi ekonomi sangat besar. Ancaman itu muncul hampir enam bulan sejak konflik bersenjata antara AS dan Iran dimulai tanpa tanda-tanda kemenangan diplomatik atau militer yang jelas bagi Washington.

Iran menanggapi keras langkah AS dengan menyebut sanksi ekonomi tersebut sebagai “terorisme ekonomi” yang gagal. Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya yang dikutip media negeri itu menyatakan sanksi AS telah menargetkan hak asasi manusia fundamental setiap warga Iran dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online