Gubernur Lampung Perkuat Pertanian Lewat Pupuk Organik Cair dan Hilirisasi Desa

6 hours ago 10

INFO TEMPO - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau proses pembuatan, penerapan, hingga hasil penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, pada Senin, 6 Juli 2026. Pada momen tersebut, Mirza berdialog dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), meninjau lahan pertanian, melihat hasil panen masyarakat, serta menyerap berbagai aspirasi petani terkait kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.

Mirza mencoba langsung pengaplikasian POC menggunakan drone pertanian. Teknologi tersebut mampu menyemprotkan pupuk cair pada lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu sekitar 15 menit sehingga dinilai lebih efisien, hemat waktu, dan mendukung modernisasi sektor pertanian.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Petani yang telah memanfaatkan Pupuk Organik Cair mengaku merasakan peningkatan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen. Selain membantu memperbaiki kesuburan dan struktur tanah, penggunaan POC menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, kualitas buah yang meningkat, serta mendorong semakin banyak petani untuk menerapkannya pada berbagai komoditas yang dibudidayakan.

Mirza mengatakan bahwa peningkatan kesejahteraan petani harus dimulai dari meningkatnya produktivitas pertanian yang diikuti dengan terjaganya harga komoditas di tingkat petani. "Tugas kita Pak Kades, Pak Camat, kita jaga harapan ini terus tumbuh, terus hidup. Saya melihat di mata-mata petani itu sudah mulai ada semangat lagi," ujar dia.

Menurut Mirza, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penggunaan Pupuk Organik Cair sebagai salah satu inovasi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas berbagai jenis tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

"Saya buat program namanya Pupuk Organik Cair (POC), ini bisa meningkatkan produksi pertanian pada berbagai jenis tanaman, insyaallah sekitar 15 sampai 30 persen," katanya.

Selain meningkatkan produktivitas, Mirza berujar tentang pentingnya memperkuat hilirisasi pertanian di tingkat desa agar nilai tambah hasil pertanian dapat dinikmati langsung oleh petani. "Bagaimana hilirisasi itu ada di desa-desa, kemakmuran itu ada di desa-desa. Itu program Bapak Presiden. Saya bantu, saya dukung karena semuanya tujuannya untuk memakmurkan petani," katanya.

Sebagai bagian dari program hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pembangunan fasilitas pengering (dryer) di desa-desa sehingga hasil panen, khususnya jagung, tidak lagi dijual dalam kondisi basah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan harga jual hasil panen sekaligus mengurangi kerugian petani akibat tingginya biaya angkut.

Selanjutnya, hasil pertanian yang telah dikeringkan diharapkan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti pakan ternak dan pakan ikan. Dengan demikian, nilai tambah komoditas pertanian dapat tetap berada di desa, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Harganya bagus, produksinya meningkat, tambah enak. Yang enak siapa? Yang dapat duit siapa? Petani," kata Mirza.

Melalui pengembangan Pupuk Organik Cair, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta penguatan hilirisasi di tingkat desa, Pemerintah Provinsi Lampung berharap produktivitas pertanian terus meningkat dan nilai tambah hasil pertanian tetap dinikmati di daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan sebagai fondasi terwujudnya Lampung Maju. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online