PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan bangsa Indonesia menyambut baik tamu-tamu yang datang dari luar negeri. Namun, ia menyinggung sebagian tamu yang dia sebut tidak tahu diri.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketua Umum Partai Gerindra ini berkata masyarakat Indonesia akan tetap berupaya menjamu tamu-tamu yang datang bahkan jika dalam kondisi kekurangan. "Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walaupun kita tidak punya minuman, tidak punya kopi, tidak punya gula, kita persilakan. Kalau perlu kita ke tetangga," kata dia saat berpidato dalam Hari Koperasi Nasional di Senayan, Jakarta, Ahad, 12 Juli 2026.
Namun, Prabowo berujar, ada tamu-tamu yang tidak datang dengan niat baik. "Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang tidak tahu diri. Sudah tidak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama merampok," ucapnya.
Mantan Menteri Pertahanan ini menilai bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik hati. Namun, di sisi lain ia merasa masyarakatnya juga bersifat lugu sehingga para tamu tersebut bisa bertindak seenaknya.
Presiden Prabowo memberikan arahan pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 pada Ahad kemarin. Agenda itu dihelat di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, peringatan tahun ini menjadi momentum dimulainya gerakan koperasi seiring koperasi desa/kelurahan merah putih alias KDKMP memasuki tahap operasional.
Menurut Ferry, kehadiran Prabowo sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional.
Adapun proyek koperasi desa merah putih merupakan salah satu program strategis pemerintah yang dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Beleid itu menargetkan percepatan pembentukan melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi 80.000 koperasi secara bertahap di seluruh Indonesia.
Ferry Juliantono mengatakan kini sekitar 30 ribu koperasi merah putih telah terbentuk. Sementara itu, pemerintah menargetkan jumlahnya mencapai sekitar 40.000 unit paling lambat hingga akhir tahun ini.
.png)














































